LINGKARIN.COM – Proses pencarian dan pertolongan para korban sempat mengalami kendala oleh asap hitam pekat dan beberapa titik api.

Di samping itu, banyaknya pintu mulai dari pintu utama yang hampir mencapai 80 lorong dari 13 pintu ke dua juga menyulitkan tim gabungan.

Sebanyak tujuh tim penyelamat gabungan yang sudah memiliki sertifikasi penyelamat tambang bawah tanah.

Jamwas Angkat Bicara Soal Jaksa Nakal Kejati Jateng: Jika Terbukti Kita Tindak Tegas

Nyata atau Ilusi, Investor Ibu Kota Negara Nusantara di Penajam Paser Utara Kalimantan Timur

Bahkan harus dilarikan ke Puskesmas terdekat dan RSUD Sawahlunto karena menderita kekurangan oksigen.

“Tim penyelamat gabungan sempat menderita kekurangan oksigen dan harus dilarikan ke Puskesmas serta RSUD Sawahlunto.”

Kecelakaan Tambang Batu Bara, 10 Orang Tewas dan 7 Orang Penyelamat Kekurangan Oksigen

10 Warga Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Tambang Batu Bara di Sawahlunto Sumatera Barat

“Alhamdulillah semuanya baik-baik saja,” ujar Kurnia, tim Pusdalops BPBD Kota Sawahlunto.

BPBD Sawahlunto terus melakukan asesmen dan berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait.

Seperti Basarnas, TNI, Polri, Dinas Kesehatan dan lainnya guna penyelamatan dan evakuasi.

Tim masih mengumpulkan data dan informasi mengenai kronologi kejadian dan keterangan lain yang diperlukan.

Bila Terbukti Lakukan Pemerasan, Kejagung: Jaksa Kejati Jateng Akan Dipidana

Agus Hartono Akan Diperiksa Lagi, Kamaruddin Simanjuntak: Itu Kesewenang-wenangan Penyidik

Hingga saat ini, tim tersebut belum dapat menyimpulkan apakah kecelakaan itu merupakan sebuah ledakan atau ada fenomena yang lain.

Pihak Kepolisian bersama tim dari Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Kementerian ESDM masih terus menyelidiki muasal penyebab dari peristiwa tersebut.

Kecelakaan tambang batu bara terjadi di Prambahan, Kota Sawahlunto, Jumat, 8 Desember 2022, pukul 08.00 WIB.

Kasus Korupsi Penambangan Batu Bara Ilegal di Kalimantan Timur Sedang Didalami KPK

Para Menteri Jadi Panitia Pernikahan Kaesang – Erina, Wapres: Tak Ganggu Kerja Sebagai Menteri

Akibatnya sebanyak 10 orang meninggal dunia, 1 luka berat/kritis dan 1 luka ringan.

Pada saat ditemukan, para korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh.

Para korban ditemukan pada kedalaman antara 100-300 meter.

Kamaruddin Simanjuntak Minta KPK Usut LHKPN Jaksa Nakal, Kapuspenkum: Sudah Diperiksa

Palsukan Akta Otentik Perusahaan Tambang, Oknum Notaris WG Terancam Dipidanakan ke Bareskrim