Dituduh Mata-mata, Pria Austria Ditangkap di Afghanistan

- Pewarta

Selasa, 13 Juni 2023 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM –
Seorang pria Austria ditahan di Afghanistan setelah melakukan perjalanan ke negara itu awal tahun ini, kata Kementerian Luar Negeri Austria, Selasa (13/6).

Kementerian tersebut mengonfirmasinya dalam tanggapan email atas pertanyaan tentang kasus bahwa pria tersebut pergi ke Afghanistan pada bulan Mei dan ditangkap di sana. Kementerian itu menyebutkan bahwa Austria telah lama memperingatkan agar warga negaranya tidak melakukan perjalanan ke Afghanistan.

Kementerian Luar Negeri Austria tidak mengidentifikasi pria itu atau memberi rincian lebih lanjut, dengan alasan perlindungan data, tetapi mengatakan bahwa mereka telah “secara aktif mencari solusi” sejak mengetahui penangkapan itu dan melakukan kontak rutin dengan keluarganya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harian Austria Der Standard, yang pertama kali melaporkan kasus tersebut, mengatakan pria itu adalah seorang ekstremis sayap kanan berusia 80-an dan merupakan salah seorang pendiri partai kecil sayap kanan yang dilarang pada tahun 1988, Partai Nasional Demokrat.

Menurut harian itu, ia telah ditahan selama beberapa minggu, tak lama setelah sebuah majalah sayap kanan menerbitkan artikel yang ditulisnya dan berjudul “Liburan bersama Taliban” di mana dia memberikan pandangan positif tentang kehidupan di Afghanistan di bawah kekuasaan Taliban. Menurut laporan itu, ia dituduh melakukan tindakan mata-mata dan neo-Nazi Austria mengumumkan kasusnya melalui aplikasi pesan Telegram.

Taliban merebut Afghanistan pada Agustus 2021 ketika pasukan AS dan NATO berada pada minggu-minggu terakhir penarikan diri mereka dari negara itu setelah 20 tahun perang.

Menurut Der Standard, orang Austria itu – yang diidentifikasi hanya sebagai Herbert F. – telah sering bepergian ke lokasi berbahaya, mengunjungi Afghanistan pada 1980-an dan, beberapa tahun lalu, mengunjungi suku Kurdi yang berperang melawan ISIS di Suriah utara. [ab/ka]
[ad_2]

Berita Terkait

Omniluxe Hadirkan Jam Tangan Tudor Black Bay dan Black Bay 58 Original di Jakarta
IDWX: Pilihan Terbaik untuk Membeli Jam Tangan Rolex Asli di Jakarta
Cuci Tangan Pakai Sabun Tetap Efektif, Sanitizer Jadi Alternatif
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Tegaskan Indonesia Bukan Sebagai Kelinci Percobaan Vaksin TBC
Termasuk Kangkung, Inilah 5 Jenis Sayuran Berdaun Hijau yang Disarankan Dikonsumsi Saat Kondisi Hujan
Beli 4 Perlengkapan Jogging Lebih Hemat dengan Promo 11.11 di Blibli!
5 Alasan Mengapa Sunscreen Emina Aman di Kulit Berjerawat dan Patut Dicoba
Sudah Ikhtiar ke Mana-mana Namun Belum Sembuh? Gunakan BioSaver Card 5758 untuk Solusi Kesehatan Anda

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Omniluxe Hadirkan Jam Tangan Tudor Black Bay dan Black Bay 58 Original di Jakarta

Rabu, 19 November 2025 - 03:47 WIB

IDWX: Pilihan Terbaik untuk Membeli Jam Tangan Rolex Asli di Jakarta

Senin, 8 September 2025 - 07:49 WIB

Cuci Tangan Pakai Sabun Tetap Efektif, Sanitizer Jadi Alternatif

Sabtu, 10 Mei 2025 - 10:00 WIB

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Tegaskan Indonesia Bukan Sebagai Kelinci Percobaan Vaksin TBC

Senin, 16 Desember 2024 - 11:46 WIB

Termasuk Kangkung, Inilah 5 Jenis Sayuran Berdaun Hijau yang Disarankan Dikonsumsi Saat Kondisi Hujan

Berita Terbaru

Pers Rilis

Huawei Luncurkan Solusi O&M untuk Berbagai Industri

Minggu, 1 Nov 2026 - 04:56 WIB