Waspada, Penderita Diabetes Dunia Diperkirakan Tembus 1,3 Miliar pada 2050

- Pewarta

Jumat, 23 Juni 2023 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM –
Sebuah studi kesehatan terbaru menemukan bahwa tingkat penderita diabetes dunia berpotensi akan meroket dalam 30 tahun ke depan jika tidak dilakukan tindakan pencegahan.  

Studi yang dipimpin oleh para peneliti di Institute of Health Metrics and Evaluation di University of Washington menemukan bahwa saat ini terdapat 529 juta penderita diabetes di dunia. Mereka memproyeksikan angka itu akan menjadi lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar 1,3 miliar orang pada 2050. 

Para peneliti mengatakan sebagian besar kasus tersebut ditengarai berasal dari diabetes tipe 2, bentuk penyakit yang terkait dengan obesitas dan sebagian besar dapat dicegah. 

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peningkatan prevalensi secara global tidak seragam: Beberapa negara dan wilayah mendapat dampak yang lebih parah. Misalnya, tingkat prevalensi diperkirakan mencapai 16,8 persen di Afrika Utara dan Timur Tengah dan 11,3 persen di Amerika Latin dan Karibia pada 2050, dibandingkan dengan perkiraan 9,8 persen secara global. Saat ini, prevalensi global adalah 6,1 persen. Namun setiap negara akan terkena dampaknya, kata para peneliti. 

“Tingkat cepat di mana diabetes berkembang tidak hanya mengkhawatirkan tetapi juga menantang untuk setiap sistem kesehatan di dunia,” kata Liane Ong, penulis utama makalah tersebut, menunjukkan bahwa kondisi tersebut terkait dengan sejumlah kondisi jantung lainnya, seperti penyakit jantung dan stroke. 

Meningkatnya jumlah penderita diabetes sebagian didorong oleh meningkatnya tingkat obesitas, dan sebagian oleh pergeseran demografis: Prevalensi lebih tinggi terjadi di antara orang dewasa yang lebih tua, ungkap penelitian tersebut. Data dari 204 negara tersebut belum memperhitungkan dampak pandemi COVID-19 karena angka itu belum tersedia, kata peneliti. 

Studi yang didanai oleh Bill and Melinda Gates Foundation ini merupakan bagian dari seri yang lebih luas tentang diabetes yang diterbitkan pada Kamis (22/6) di jurnal medis The Lancet. Serial ini menyerukan strategi mitigasi yang lebih efektif dan kesadaran akan ketidaksetaraan, dengan mayoritas pasien diabetes tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah dan tidak dapat mengakses pengobatan yang tepat. [ah/rs] 
[ad_2]

Berita Terkait

IDWX: Pilihan Terbaik untuk Membeli Jam Tangan Rolex Asli di Jakarta
Cuci Tangan Pakai Sabun Tetap Efektif, Sanitizer Jadi Alternatif
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Tegaskan Indonesia Bukan Sebagai Kelinci Percobaan Vaksin TBC
Termasuk Kangkung, Inilah 5 Jenis Sayuran Berdaun Hijau yang Disarankan Dikonsumsi Saat Kondisi Hujan
Beli 4 Perlengkapan Jogging Lebih Hemat dengan Promo 11.11 di Blibli!
5 Alasan Mengapa Sunscreen Emina Aman di Kulit Berjerawat dan Patut Dicoba
Sudah Ikhtiar ke Mana-mana Namun Belum Sembuh? Gunakan BioSaver Card 5758 untuk Solusi Kesehatan Anda
Tingkatkan Kesehatan Tulang, Ini 5 Manfaat Lengkap Buah Nanas bagi Perempuan

Berita Terkait

Rabu, 19 November 2025 - 03:47 WIB

IDWX: Pilihan Terbaik untuk Membeli Jam Tangan Rolex Asli di Jakarta

Senin, 8 September 2025 - 07:49 WIB

Cuci Tangan Pakai Sabun Tetap Efektif, Sanitizer Jadi Alternatif

Sabtu, 10 Mei 2025 - 10:00 WIB

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Tegaskan Indonesia Bukan Sebagai Kelinci Percobaan Vaksin TBC

Senin, 16 Desember 2024 - 11:46 WIB

Termasuk Kangkung, Inilah 5 Jenis Sayuran Berdaun Hijau yang Disarankan Dikonsumsi Saat Kondisi Hujan

Kamis, 24 Oktober 2024 - 11:54 WIB

Beli 4 Perlengkapan Jogging Lebih Hemat dengan Promo 11.11 di Blibli!

Berita Terbaru