Daerah di AS Tuntut Perusahaan Minyak Sebesar $51 Miliar Karena 'Gelombang Panas'

- Pewarta

Jumat, 23 Juni 2023 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM –
Sebuah County atau daerah setingkat kabupaten di negara bagian Oregon, pada Kamis (22/6), mengajukan gugatan terhadap sejumlah perusahaan bahan bakar fosil raksasa, menuntut lebih dari $51 miliar untuk peristiwa “Heat Dome” atau Gelombang Panas 2021, yang menjadi salah satu bencana cuaca paling mematikan di Amerika Serikat.

Multnomah County, yang mencakup Portland, kota terpadat di negara bagian itu, mengatakan kombinasi polusi karbon yang mencapai rekor dari penggunaan produk perusahaan – dan keputusan mereka untuk menyesatkan publik tentang dampaknya – merupakan faktor besar yang memperburuk gelombang panas yang terjadi.

“Ini adalah peristiwa yang secara langsung dikaitkan dengan dampak yang kita saksikan pada iklim kita karena tindakan perusahaan bahan bakar fosil dan lembaga mereka yang memaksa untuk menyangkal ilmu tentang iklim selama beberapa dekade,” kata Kepala Daerah tersebut, Jessica Vega Pederson, kepada kantor berita AFP.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

County itu meminta $50 juta sebagai kompensasi untuk kerusakan akibat gelombang panas, dan $1,5 miliar untuk kerusakan pada masa mendatang karena cuaca panas ekstrem, kekeringan, kebakaran hutan, dan langit berasap menjadi lebih sering terjadi.

Daerah tersebut juga menginginkan $50 miliar untuk “dana mengurangi dampak” dalam jangka panjang guna meningkatkan dan membuat infrastruktur kabupaten itu menjadi ramah iklim.

Gelombang panas yang memecahkan rekor memanggang wilayah Amerika Serikat bagian barat dan Kanada dari akhir Juni hingga pertengahan Juli 2021, menyebabkan suhu tertinggi mencapai 121,3 derajat Fahrenheit (49,4 derajat Celsius ) di Lytton, British Columbia, dan menewaskan sekitar 1.400 orang.

Dalam gugatannya, Multnomah County menyebut sejumlah perusahaan minyak raksasa seperti ExxonMobil, Shell, Chevron dan BP, dan juga Lembaga Minyak Bumi Amerika, Asosiasi Minyak Bumi Negara Bagian Wilayah Barat, serta perusahaan konsultan McKinsey & Company.

Gugatan tersebut menjelaskan bahwa selama tiga hari mulai dari 25 Juni 2021, daerah tersebut mengalami gelombang panas dengan suhu yang mencapai 46 derajat Celsius, yang menyebabkan 69 orang tewas, kerusakan sejumlah properti, dan pengeluaran besar dari dana pembayar pajak. 

“Gelombang panas itu merupakan konsekuensi langsung dan nyata dari keputusan para tergugat untuk menjual sebanyak mungkin bahan bakar fosil dalam enam dekade terakhir,” tulis gugatan tersebut. [my/ka/rs]
[ad_2]

Berita Terkait

Omniluxe Hadirkan Jam Tangan Tudor Black Bay dan Black Bay 58 Original di Jakarta
IDWX: Pilihan Terbaik untuk Membeli Jam Tangan Rolex Asli di Jakarta
Cuci Tangan Pakai Sabun Tetap Efektif, Sanitizer Jadi Alternatif
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Tegaskan Indonesia Bukan Sebagai Kelinci Percobaan Vaksin TBC
Termasuk Kangkung, Inilah 5 Jenis Sayuran Berdaun Hijau yang Disarankan Dikonsumsi Saat Kondisi Hujan
Beli 4 Perlengkapan Jogging Lebih Hemat dengan Promo 11.11 di Blibli!
5 Alasan Mengapa Sunscreen Emina Aman di Kulit Berjerawat dan Patut Dicoba
Sudah Ikhtiar ke Mana-mana Namun Belum Sembuh? Gunakan BioSaver Card 5758 untuk Solusi Kesehatan Anda

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Omniluxe Hadirkan Jam Tangan Tudor Black Bay dan Black Bay 58 Original di Jakarta

Rabu, 19 November 2025 - 03:47 WIB

IDWX: Pilihan Terbaik untuk Membeli Jam Tangan Rolex Asli di Jakarta

Senin, 8 September 2025 - 07:49 WIB

Cuci Tangan Pakai Sabun Tetap Efektif, Sanitizer Jadi Alternatif

Sabtu, 10 Mei 2025 - 10:00 WIB

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Tegaskan Indonesia Bukan Sebagai Kelinci Percobaan Vaksin TBC

Senin, 16 Desember 2024 - 11:46 WIB

Termasuk Kangkung, Inilah 5 Jenis Sayuran Berdaun Hijau yang Disarankan Dikonsumsi Saat Kondisi Hujan

Berita Terbaru

Pers Rilis

Huawei Luncurkan Solusi O&M untuk Berbagai Industri

Minggu, 1 Nov 2026 - 04:56 WIB