Ant International, IFC, dan GCash Kembangkan “Sustainability Impact Scorecard” sebagai Inovasi yang Memperluas Akses Pembiayaan UMKM

- Pewarta

Jumat, 17 April 2026 - 23:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAGUIG CITY, Filipina, 18 April 2026 /PRNewswire/ — Ant International bersama International Finance Corporation (IFC) dan GCash mengembangkan Sustainability Impact Scorecard untuk memperluas inklusi keuangan digital. Inisiatif ini membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melacak dampak lingkungan hidup dan sosial, mendorong praktik usaha berkelanjutan, serta menyesuaikan diri dengan standar global.

At the Memorandum of Understanding signing of Ant International, IFC, and GCash (from left) IFC East Asia and the Pacific Regional Advisory Manager for Financial Institutions Group Christina Ongoma; GCash Group Head for New Businesses Winsley Bangit; and Ant International Vice President and Head of Global Affairs and Strategic Development Carrie Suen
At the Memorandum of Understanding signing of Ant International, IFC, and GCash (from left) IFC East Asia and the Pacific Regional Advisory Manager for Financial Institutions Group Christina Ongoma; GCash Group Head for New Businesses Winsley Bangit; and Ant International Vice President and Head of Global Affairs and Strategic Development Carrie Suen

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Scorecard ini menjadi pedoman yang jelas, tepercaya, dan mudah diakses bagi UMKM di Filipina untuk mengukur kinerja keberlanjutan, meningkatkan kredibilitas, serta membuka peluang yang selaras dengan standar global lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG). Dengan memanfaatkan ekosistem GCash serta metrik yang disesuaikan dengan kondisi pasar Filipina, scorecard memberdayakan UMKM lokal melalui wawasan yang relevan dan sederhana guna mendorong transformasi bisnis.

Di Filipina, UMKM mencakup 99,6% dari total pelaku usaha dan menyerap lebih dari dua pertiga tenaga kerja. Namun, keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi tantangan utama. Scorecard ini berfungsi sebagai tolok ukur bagi UMKM, serta membantu pelaku UMKM yang ingin membuktikan praktik keberlanjutan yang telah dijalankan untuk memperoleh fasilitas pembiayaan berkelanjutan yang mendukung pertumbuhan bisnis.

Selain melacak kinerja keberlanjutan, Scorecard ini juga membantu UMKM membangun kredibilitas yang dibutuhkan untuk menjalin kerja sama dengan investor dan lembaga pembiayaan yang berbasiskan kinerja keberlanjutan.

"Bagi UMKM, scorecard ini merupakan terobosan besar. Scorecard ini memberikan visibilitas atas dampak lingkungan hidup dan sosial sekaligus kredibilitas untuk menarik fasilitas pendanaan dan kemitraan yang mengutamakan aspek keberlanjutan," ujar Winsley Bangit, Group Head, New Businesses, GCash.

"Dampak sosial UMKM yang terus berkembang tidak boleh diabaikan. Melalui kolaborasi dengan GCash dan IFC, kami menghadirkan teknologi seperti AI yang semakin mudah diakses oleh UMKM lokal. Dengan demikian, UMKM dapat berpartisipasi dalam transformasi digital berkelanjutan pada fase berikutnya. Scorecard ini menjadi sarana penting untuk inovasi di masa depan, sekaligus menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan harus terintegrasi dengan dampak sosial dan ekonomi," kata Carrie Suen, Vice President, Head, Global Affairs and Strategic Development, Ant International.

"UMKM memegang peran krusial di berbagai pasar. Penyediaan sarana yang tepat bagi UMKM dapat memperkuat daya tahan usaha, mendukung adaptasi, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan dalam skala luas," tambah Christina Ongoma, Regional Advisory Manager, Financial Institutions Group, IFC Asia Timur dan Pasifik.

Mendorong Masa Depan UMKM Filipina yang Kompetitif dan Berkelanjutan

Kemitraan ini melanjutkan pembahasan yang berlangsung dalam COP30 di Belém, Brasil, serta program Programme Sirius dari Ant International yang diluncurkan pada 2024 untuk membantu UMKM memulai langkah menuju keberlanjutan. Dengan GCash sebagai mitra percontohan, inisiatif ini mengubah komitmen keberlanjutan global menjadi solusi digital yang praktis dan dapat diterapkan langsung di lapangan, khususnya bagi komunitas yang belum terlayani di Filipina.

Uji coba scorecard ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari penilaian ekosistem, pelibatan pemangku kepentingan, serta penyusunan sistem penilaian atas dampak keberlanjutan, kemudian berlanjut dengan validasi dan pengujian lapangan. Hasil dari tahap awal ini akan menjadi dasar untuk potensi pengembangan yang lebih luas di kawasan Asia Pasifik.

Berita Terkait

EnerAI Perkenalkan Solusi Pasokan Daya untuk Pusat Data AI di Ajang ICBE&S 2026 Malaysia
Changhong Indonesia Buka Gerai Perdana di Palembang, Perkuat Ekspansi dengan Strategi Peralatan Rumah Tangga Terintegrasi
Deteksi hingga Tangani Keluhan Lebih Cepat, RedDoorz Andalkan AI Demi Kenyamanan Tamu
GEEKOM Pamerkan Teknologi Komputasi AI Lokal, Mini PC Berperforma Tinggi, dan Laptop Ultratipis di INDOCOMTECH 2026
Indeks elektrifikasi baru menunjukkan Tiongkok memimpin, sementara AS berisiko kehilangan momentum dan pelaksanaan elektrifikasi di Eropa tertinggal dari kebijakannya
Delixi Electric Perluas Produk dan Perkuat Kemitraan Global di Ajang 140th Canton Fair
World Young Scientist Summit 2026 Resmi Dibuka di Wenzhou, Zhejiang
Bertransformasi dari Merek Nasional Vietnam Menjadi Pemain Regional: SUNHOUSE Raih Penghargaan APEA Corporate Excellence Dua Tahun Berturut-turut

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:20 WIB

EnerAI Perkenalkan Solusi Pasokan Daya untuk Pusat Data AI di Ajang ICBE&S 2026 Malaysia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:17 WIB

Changhong Indonesia Buka Gerai Perdana di Palembang, Perkuat Ekspansi dengan Strategi Peralatan Rumah Tangga Terintegrasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Deteksi hingga Tangani Keluhan Lebih Cepat, RedDoorz Andalkan AI Demi Kenyamanan Tamu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:25 WIB

GEEKOM Pamerkan Teknologi Komputasi AI Lokal, Mini PC Berperforma Tinggi, dan Laptop Ultratipis di INDOCOMTECH 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 00:01 WIB

Indeks elektrifikasi baru menunjukkan Tiongkok memimpin, sementara AS berisiko kehilangan momentum dan pelaksanaan elektrifikasi di Eropa tertinggal dari kebijakannya

Berita Terbaru