Oleh: Jumhur Hidayat, Ketua Umum DPP KSPSI, Koordinator Aliansi Aksi Sejuta Buruh yang mendesak DPR untuk lakukan Hak Angket memeriksa Presiden terkait PERPPU Cipta Kerja.
LINGKARIN.COM – Walau Mahfud dan Yusril adalah dua Profesor hukum dan ahli tata negara, saya tidak takut berdebat sekaligus dengan mereka berdua dalam kasus PERPPU Cipta Kerja.
Saya memang bukan ahli hukum. Tapi saya tahu hukum itu adalah logis dan saya dapat nilai ‘A’ untuk mata kuliah ‘Rangkaian Logika’ di jurusan Fisika Teknik di Bandung dulu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ganjar Pranowo Diteriaki ‘Ganjar Prediden’ di Kemayoran, Siapakah Calon Presiden Pilihan PDIP?
Megawati Sudah Kantongi Nama Capres PDIP, Puan Maharani: Urusan Capres Ada di Garis Tangan
Walau saya tidak menuduh mereka bodoh dan dungu, yang pasti memang sudah menjadi hal yang lumrràh.
Bahwa kekuasaan bisa merubah orang pintar jadi bodoh dan dungu, termasuk profesor juga bisa jadi dungu.
Soal Positioning Calon Wapres, Pengamat Bandingkan Kekuatan Erick Thohir dan Ridwan Kamil
Perppu Cipta Kerja Berpotensi Cederai Ketundukan Terhadap Hierarki Perundang-Undangan
Sebenarnya lebih bagus disebut dungu daripada menjadi intelektual pengkhianat.
Seperti yang disebut Julien Benda pesohor ilmu filsafat dari Perancis seabad lalu.
Jadi sekali lagi saya tantang kedua profesor itu sekaligus dan saya cukup sendiri saja.
Kasih saya 10 menit saja, insya Allah mereka berdua akan ‘KO’, kecuali kalau mau debat kusir nir logika, itu bisa seharian ngga selesai.
Vonis Ferdy Sambo dalam Video Hakim, PN Jaksel: NasDem Ingatkan Hakim Jaga Marwah Pengadilan
Keterwakilan Bisa Lebih Banyak, Prabowo: Gerindra Dukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka
Saya juga mohon kepada siapapun yang siap jadi fasilitator debat itu. Bisa di depan forum terbuka atau di podcast atau apa saja. Pokoknya 10 menit saja cukup, mereka akan saya buat KO.***














