LINGKARIN.COM – Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto hanya Megawati yang tahu siapa calon presiden yang akan diusung PDIP.
“Ya nanti tunggu dari ibu Megawati Soekarnoputri. Siapapun yang akan diumumkan ibu Mega ya tunggu momentumnya,” ujarnya.
Megawati, kata Hasto, telah mengantongi nama capres yang akan diusung oleh PDIP.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Daftar Sebagai Calon Ketua Umum PSSI, Menteri BUMN Erick Thohir Kembalikan Formulir Pemilih Prabowo Subianto Bergeser ke Anies Baswedan, Pemilih Jokowi ke Ganjar Pranowo
Politisi asal Yogyakarta itu mengungkapkan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah berbicara dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pengusungan capres.
Megawati melakukan hal itu dalam rangka keberlanjutan kepemimpinan bangsa setelah Jokowi purna tugas pada 2024.
“Ya tentu saja (bicara dengan Presiden Jokowi). Apalagi kami berbicara tentang ‘sustainability of the leaders and policy’,” ujarnya.
Penggunaan Nitrogen Cair pada Pangan Siap Saji, BPOM Sebut Bahayakan Tubuh Telan Korban Jiwa, Aksi Tawuran 2 Kelompok Bersenjata Tajam di Jalan Raya Parakan Mulya
Hasto Kristiyanto menyebutkan bahwa dirinya belum mendapatkan bocoran soal nama.
Siapa nama calon presiden (capres) yang akan diusung oleh partai berlambang banteng moncong putih itu di Pemilu 2024?
“Sampai sekarang belum ada bocoran, belum ada bocoran terkait dengan siapa yang akan diumumkan oleh Bu Mega.”
Proporsional Terbuka Berikan Hak Penuh kepada Rakyat dalam Memilih Wakilnya di Parlemen Soal Intervensi Loloskan Partai Politik Tertentu, Wapres: Tak Ada Intervensi dari Istana
“Bocorannya hanya pada tahun 2023,” kata Hasto di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin, 9 Januari 2023.
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani meminta kader tidak perlu bingung memikirkan siapa calon presiden karena Megawati sudah mengantongi namanya.
“Jadi enggak usah nengok kiri kanan. Enggak usah bingung harus si ini harus si itu. Kayaknya kayaknya si ini kayaknya si itu surveinya tinggi ya si ini kayaknya cocok sama si ini,” ujarnya.***
Relawan ProGP Ungkap Alasan Ganjar Pranowo Harus Menang Mutlak di Jawa Timur Harus Ditolak, Penerapan ERP di DKI Jakarta Membuat orang Miskin Terpinggirkan










