PDI Perjuangan Ungkap Alasan yang Dorong untuk Terapan Proporsional Tertutup pada Pemilu

- Pewarta

Sabtu, 28 Januari 2023 - 01:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto berpendapat sistem proporsional terbuka dalam pemilu menyebabkan skor party-id atau identifikasi masyarakat terhadap partai politik (parpol) tereduksi.

“Ini tolok ukurnya kepuasan masyarakat sangat rendah. Di satu sisi, ini tantangan buat parpol untuk membangun trust.”

“Di sisi lain, ini salah satu sebabnya liberalisasi politik dan sistem proporsional terbuka yang menyebabkan party-id tereduksi oleh elektoral individual-individual yang seringkali tidak membawa platform dan ideologi parpol,” kata Hasto, sebagaimana dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis 26 Januari 2023.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

PDI Perjuangan Persilahkan Anak Bungsu Jokowi Kaesang Pangarep Masuk Partai Bermoncong Putih Politisi PDI Perjuangan Sarankan BRI Akuisisi Seluruh BPD di Indonesia, Begini Alasannya

Dengan demikian, lanjut dia, persoalan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat PDIP mendorong penerapan proporsional tertutup pada pemilu.

Klik konten dengan topik ini, di sini: 8 Partai Politik yang Mendukung Proporsional Terbuka akan Bersatu Bentuk Koalisi

Hal tersebut ia sampaikan sebagai tanggapan atas pertanyaan wartawan dalam seminar nasional bertema “Pelembagaan Partai dan Kepemimpinan Strategis Nasional”.

HUT Megawati Soekarnoputri ke-76, Inilah Doa dan Harapan dari 3 Anak Kandungnya Daftar 9 Menteri yang Hadir dalam Perayaan HUT Megawati Soekarnoputri ke-76

Yang dilaksanakan oleh Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) bersama Sekolah Kajian Strategik dan Global (SKSG) Pascasarjana Universitas Indonesia di Bandung, Jawa Barat, Kamis 26 Januari 2023.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan dengan penerapan sistem proporsional tertutup, untuk menjadi pemimpin legislatif, seseorang diharuskan melakukan persiapan, tidak bisa hanya berbasis elektoral dan popularitas.

Seorang yang populer, lanjut dia, harus memahami fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan di DPR dengan baik.

Masih Soal Kepuasan Publik dengan Kinerja Jokowi – Ma’ruf, Survei Algoritma: 61,3 Persen Gempa Bumi Magnitudo 4,3 Kembali Guncang Cianjur Jawa Barat Dilaporkan oleh BMKG

“Partai punya tanggung jawab terhadap kepentingan bangsa dan negara. Kepentingan partai tidak bisa terlepas dari kepentingan rakyat itu.”

Klik konten dengan topik ini, di sini: Hak Demokrasi yang Telah diberikan Kepada Rakyat Tidak Boleh Diambil Kembali

“Kita melihat pendidikan kita tertinggal, maka partai memberikan sentuhan bagaimana politik pendidikan yang mencerdaskan anak bangsa. Ini harus dijawab juga oleh partai melalui kebijakan-kebijakan politiknya,” ujar Hasto.

Arus Bawah Jokowi Dukung Ganjar Capres 2024 dan Minta Olly Dondokambey Dijadikan Menteri Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono Harus Komunikasikan Program Kerjanya pada Warga

Saat ini, secara umum skor party-id seluruh parpol di Indonesia masuk dalam kategori rendah, yakni 6,8 persen.

Meskipun begitu, Hasto mengatakan pihaknya mengapresiasi hasil riset yang menemukan PDIP menjadi parpol yang paling unggul dalam skor party-id.

Dalam kesempatan yang sama, pengamat politik dari Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi berpendapat skor party-id yang rendah itu memiliki kaitan dengan hilangnya sistem proporsional tertutup.

Nomor 3 Peregangan dan Senam Wajah, Inilah Ini Lima Kebiasaan Sehat Setelah Bangun Tidur Puan Ajak Jadikan Hari Raya Imlek 2023 Sebagai Momentum untuk Jaga Persatuan dan Kesatuan

Saat pemilu pada tahun 1999 di Tanah Air masih menerapkan proporsional tertutup tahun 1999, kata dia, skor party-id masih di atas 80 persen.

Namun ketika proporsional terbuka diperkenalkan pada tahun 2009, tingkat kedekatan partai dengan pemilih itu turun, bahkan mencapai sekitar 20 persen.

“Pertanyaannya kenapa? Karena dalam proporsional tertutup itu yang bertarung adalah partai, karena orang nyoblos partai.”

“Tapi dalam sistem proporsional terbuka, itu aktor atau pemainnya bukan hanya partai, tapi caleg-calegnya pun bertarung. Ketika para caleg bertarung, tidak ada insentif untuk mempromosikan ideologi partai,” ujar Burhanuddin.

Meskipun begitu, menurut dia, sistem proporsional tertutup juga memiliki kelemahannya sehingga ia menawarkan mixed proporsional system, yakni satu formula yang menyatukan kelebihan proporsional tertutup dan terbuka.

Ia mencontohkan sistem seperti itu pernah dilakukan di Jerman yang memiliki 299 daerah pemilihan.

Setiap pemilih diberi dua kertas suara, yaitu satu untuk memilih partai dan satu kertas lainnya untuk memilih caleg.

“Kenapa dua? Satu buat kader partai bisa masuk melalui jalur partai. Tetapi untuk kedaulatan pemilih, mereka diberi peluang untuk memperebutkan caleg.”

“Di Jerman, ini cukup sukses mengurangi jumlah partai dan mengurangi jumlah politik uang secara masif,” kata dia.***

Berita Terkait

Sarmuji Pastikan Kabinet Prabowo – Gibran Tetap Solid, Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden Indonesia
Puan Maharani Soroti Dugaan Intimidasi ke Pemohon Judicial Review UU TNI
Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release
MNC Digital Pernah Kerja Sama Properti dengan Perusahaan Kamboja Saat Sufmi Dasco Menjadi Komisaris
PDIP Tanggapi Kunjungan Putra Presiden Prabowo Subianto ke Kediaman Megawati Soekarnoputri
Sekjen PDIP Hasto Kristianto Ungkap Ancaman kepada Dirinya Jika PDIP Memecat Joko Widodo atau Jokowi
Acara Silaturahmi KIM di Hambalang, Pesan SBY: Satukan Hati, Beri yang Terbaik, Sukseskan Pemerintahan!
Penjelasan Gerindra Soal Kapan dan Siapa Sosok Menteri Kabinet Merah Putih yang Berpeluang Dicopot Prabowo

Berita Terkait

Kamis, 5 Juni 2025 - 11:51 WIB

Sarmuji Pastikan Kabinet Prabowo – Gibran Tetap Solid, Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden Indonesia

Senin, 26 Mei 2025 - 09:00 WIB

Puan Maharani Soroti Dugaan Intimidasi ke Pemohon Judicial Review UU TNI

Senin, 28 April 2025 - 08:19 WIB

Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release

Selasa, 8 April 2025 - 10:48 WIB

MNC Digital Pernah Kerja Sama Properti dengan Perusahaan Kamboja Saat Sufmi Dasco Menjadi Komisaris

Kamis, 3 April 2025 - 14:36 WIB

PDIP Tanggapi Kunjungan Putra Presiden Prabowo Subianto ke Kediaman Megawati Soekarnoputri

Berita Terbaru

Pers Rilis

Jack Technology Luncurkan SmartLink Master di Vietnam

Rabu, 24 Jun 2026 - 05:08 WIB