[ad_1]
Pada dasarnya produksi (pengeluaran) sebuah perusahaan itu dibagi menjadi dua, yaitu pengeluaran yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari, dan pengeluaran yang ditujukan untuk berinvestasi pada aset atau proyek yang berpotensi untuk menghasilkan pendapatan di masa depan.
Produksi jenis pertama disebut pengeluaran pendapatan atau pengeluaran operasional (OPEX), sedangkan pengeluaran yang kedua disebut dengan belanja modal (CAPEX).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembahasan mengenai CAPEX sudah ada pada artikel yang telah lalu. Nah, untuk memahami perbedaan diantara keduanya, sebaiknya Anda memahami apa itu pengeluaran operasional (OPEX) secara penuh terlebih dahulu.
Pengertian Pendapatan Pengeluaran
Seperti yang telah disebutkan di atas, pengeluaran pendapatan adalah pengeluaran perusahaan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari. Berbeda dengan CAPEX, pengeluaran jenis ini umumnya terjadi dalam jangka pendek (kurang dari 1 tahun) dan bisa jadi nominalnya tidak terlalu besar.
Pengeluaran jenis ini termasuk digunakan untuk membayar beban operasional perusahaan, seperti beban gaji, beban lain-lain (overhead) atau biaya sewa. Termasuk di antara jenis pengeluaran pendapatan adalah pengeluaran untuk biaya perbaikan dan perawatan mesin atau pabrik, meskipun pembelian pabrik atau mesin itu sendiri termasuk CAPEX.
Sama seperti jenis pengeluaran lainnya, pengeluaran pendapatan juga tercatat dalam laporan laba rugi (laporan laba rugi) dan ditulis di laporan arus kas bagian operasi. Bahkan variabel inilah yang secara langsung mempengaruhi laba yang harus diperoleh perusahaan dalam satu periode. OPEX juga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi nilai biaya pajak yang harus dibayarkan oleh perseroan.
Jenis Pengeluaran Pendapatan
Revenue expenditure terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
- Pengeluaran untuk gaji, tunjangan dan berbagai fasilitas karyawan lain.
- Biaya lain-lain (overhead), seperti biaya listrik, PDAM, untuk membeli Barang Habis Pakai (BHP), WiFi perusahaan dan lain sebagainya.
- Biaya untuk melakukan riset dan pengembangan (R&D).
- Biaya sewa dan biaya bunga.
- Biaya fasilitas perjalanan untuk direksi, komisaris dan karyawan.
- Biaya pajak.
Contoh Pengeluaran Pendapatan
Sebagai contoh, mari kita ambil data dari laporan keuangan salah satu perusahaan publik berikut ini:
[ad_2]














