LINGKARIN.COM – Ketua Umum Jokowi Mania Nusantara (JoMan) Immanuel Ebenezer mengungkapkan dukungan terhadap Ketua Umum (Ketum) Gerindra Prabowo Subianto dideklarasikan setelah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo batal maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.
“Mas Ganjar ‘kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau,” kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Immanuel mengatakan bahwa JoMan menargetkan akan mendeklarasikan Prabowo Mania di 15 kota yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Soal Penilaian Prabowo Cocok untuk Cawapres Ganjar, Gerindra: Itu Merupakan Framing Konsultan Politik
Hary Tanoesoedibjo Lantik Anang Iskandar Sebagai Ketua Badan Narkoter Center Partai Perindo
Sasaran utamanya adalah kota yang belum didominasi suara pendukung Prabowo.
“Kami akan deklarasi lagi di Jawa Timur, di beberapa kota, di basis-basis suara Pak Prabowo kalah, itu strateginya,” kata dia.
Jika Tahapan Pemilu Tertunda, Indonesia Harus Bersiap Menyambut Sidang Rakyat
Inilah 3 Faktor Pemantik Revolusi Sosial, Salah Satunya Aksi Kriminalisasi Anies Baswedan
Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) JoMan mengumumkan pembubaran relawan pendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024 atau Ganjar Pranowo (GP) Mania pada hari Kamis 9 Februari 2023.
“Berdasarkan kajian yang serius dan mendalam, DPP JoMan tidak lagi mendukung Ganjar Pranowo sebagai capres pada tahun 2024 dan sekaligus membubarkan organisasi relawan Ganjar Pranowo Mania di seluruh Indonesia, baik DPP, DPD, DPC, PAC, maupun ranting,” ujar Ketua Umum Jokowi Mania Immanuel Ebenezer dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Usai pembubaran GP Mania, JoMan kemudian mendeklarasikan Prabowo Mania 08 pada hari Minggu (12/3) untuk mendukung Prabowo Subianto maju sebagai capres pada Pilpres 2024.
Pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan pada tanggal 19 Oktober 2023 sampai dengan 25 November 2023.
Soal Putusan Tunda Pemilu 2024, Neni Nur Hayati: Bentuk dari Perlawanan Terhadap Konstitusi
Begini Respons Prabowo Subianto, Jika Diduetkan dengan Anies Baswedan di Pilpres 2024
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.
Saat ini ada 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Bisa juga pasangan calon diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.***
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Lingkarin.com, semoga bermanfaat.
Putusan Tunda Pemilu 2024, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto: Lanjutkan Pemilu 2024 Tepat Waktu
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani Klaim Semua Parpo Adalah Sahabat Prabowo Subianto












