AS Khawatir Atas Manuver Diplomasi Iran di Seluruh Dunia

- Pewarta

Kamis, 15 Juni 2023 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM –
Kurang dari tiga bulan setelah menghidupkan kembali hubungan diplomatik dengan Arab Saudi berkat mediasi China, Presiden Iran Ebrahim Raisi kini melakukan lawatan penting ke beberapa negara di Amerika Selatan, menjalin aliansi strategis dan menentang sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat.

 

Lawatan Raisi, yang mencakup persinggahan di Venezuela, Kuba, dan Nikaragua, lebih dari sekadar sikap pembangkangan simbolis terhadap sanksi AS.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Emanuele Ottolenghi, seorang peneliti senior di Foundation for Defense of Democracies, Iran secara aktif mencari aliansi untuk menentang sanksi AS dan bertujuan untuk mempromosikan visi dunia multipolar di mana pengaruh AS dapat terkikis demi sejumlah kekuatan otoriter yang meningkat seperti Rusia dan China.

 

“Di mana kekuatan yang sedang naik daun seperti China dan Rusia ingin menantang dominasi AS dalam perdagangan … kompetisi ini telah menciptakan ruang terbuka bagi calon rezim otoriter lainnya seperti Iran untuk ikut campur,” kata Ottolenghi kepada LINGKARIN.COM.

 

Berbeda secara geografis dan budaya, Iran tetap mempertahankan hubungan dekat dengan beberapa rezim Amerika Selatan selama beberapa dekade, terutama untuk menabur antagonisme terhadap Amerika Serikat, kata beberapa analis.

 

Dalam upacara penandatanganan beberapa perjanjian antara Iran dan Venezuela, Raisi dengan tajam menyebut “musuh bersama” kedua negara, merujuk pada Amerika Serikat.

 

Di Washington, para pejabat AS meremehkan signifikansi dari kunjungan Raisi ke Amerika Latin.

“Kami tidak meminta negara-negara di belahan bumi [barat] atau di wilayah manapun untuk memilih siapa yang akan mereka pilih untuk bermitra, atau siapa yang akan mereka ajak berbicara, atau siapa yang mereka bolehkan untuk berkunjung. Itu adalah urusan mereka,” ujar John Kirby, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, pada Senin (12/6).

Walaupun begitu, AS tetap khawatir akan “sikap yang merecoki” yang ditunjukkan Iran, ujar Kirby. 

“Kami akan terus mengambil sejumlah langkah untuk memitigasi sikap tersebut,” ujarnya tanpa menjelaskan lebih lanjut. [lt/jm/rs]
[ad_2]

Berita Terkait

Sarmuji Pastikan Kabinet Prabowo – Gibran Tetap Solid, Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden Indonesia
Puan Maharani Soroti Dugaan Intimidasi ke Pemohon Judicial Review UU TNI
Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release
MNC Digital Pernah Kerja Sama Properti dengan Perusahaan Kamboja Saat Sufmi Dasco Menjadi Komisaris
PDIP Tanggapi Kunjungan Putra Presiden Prabowo Subianto ke Kediaman Megawati Soekarnoputri
Sekjen PDIP Hasto Kristianto Ungkap Ancaman kepada Dirinya Jika PDIP Memecat Joko Widodo atau Jokowi
Acara Silaturahmi KIM di Hambalang, Pesan SBY: Satukan Hati, Beri yang Terbaik, Sukseskan Pemerintahan!
Penjelasan Gerindra Soal Kapan dan Siapa Sosok Menteri Kabinet Merah Putih yang Berpeluang Dicopot Prabowo

Berita Terkait

Kamis, 5 Juni 2025 - 11:51 WIB

Sarmuji Pastikan Kabinet Prabowo – Gibran Tetap Solid, Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden Indonesia

Senin, 26 Mei 2025 - 09:00 WIB

Puan Maharani Soroti Dugaan Intimidasi ke Pemohon Judicial Review UU TNI

Senin, 28 April 2025 - 08:19 WIB

Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release

Selasa, 8 April 2025 - 10:48 WIB

MNC Digital Pernah Kerja Sama Properti dengan Perusahaan Kamboja Saat Sufmi Dasco Menjadi Komisaris

Kamis, 3 April 2025 - 14:36 WIB

PDIP Tanggapi Kunjungan Putra Presiden Prabowo Subianto ke Kediaman Megawati Soekarnoputri

Berita Terbaru

Pers Rilis

Haier Jalin Kemitraan Global dengan UEFA Champions League

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:25 WIB