Australia Blokir Rencana Pembangunan Kedutaan Rusia Baru di Canberra karena Khawatir akan Aksi Mata-mata

- Pewarta

Senin, 26 Juni 2023 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM –
Permohonan Rusia untuk membangun kedutaan besar baru di dekat gedung parlemen Australia menemui hambatan besar, pada Senin (26/6), setelah pengadilan tertinggi Australia menolak permintaan pihak Rusia untuk mendapatkan perlindungan sementara dari penggusuran.  

Australia telah memblokir upaya Rusia untuk membangun kedutaan besar baru di ibu kota Canberra, yang hanya selemparan batu dari Gedung Parlemen, setelah badan-badan intelijen memperingatkan tentang kemungkinan digunakannya lokasi itu sebagai markas untuk memata-matai para anggota parlemen.

Kedutaan besar Rusia pekan lalu mengeluarkan perintah pada saat-saat terakhir untuk mempertahankan sementara lahan tersebut, sambil mengirim seorang diplomat misterius untuk berjongkok di lokasi itu selama pergumulan hukum terjadi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengadilan tinggi Australia memutuskan pada Senin pagi bahwa Rusia harus mengosongkan sementara lahan tersebut sampai kasusnya kembali ke pengadilan untuk argumen hukum yang lebih rinci, lapor media lokal.

Kedutaan Rusia mengatakan “tidak memiliki komentar” atas keputusan tersebut.

Rusia membayar sewa tanah itu dari pemerintah Australia pada 2008 dan pada 2011 diberikan persetujuan untuk membangun kedutaan baru di sana.

Namun pemerintah Australia mengumumkan pekan lalu pihaknya mengakhiri perjanjian sewa itu.

Parlemen Rusia menerbitkan undang-undang yang secara khusus ditujukan untuk menghentikan pembangunan kedutaan Rusia di lokasi tersebut, yang terletak sekitar 400 meter dari kantor polisi parlemen.

“Pemerintah telah menerima nasihat keamanan yang sangat jelas mengenai risiko yang ditimbulkan oleh kehadiran baru Rusia yang begitu dekat dengan Gedung Parlemen,” kata Perdana Menteri Australia Anthony Albanese kepada wartawan.

“Kami bertindak cepat untuk memastikan bahwa tidak ada kantor perwakilan diplomatik resmi pada lokasi yang disewakan tersebut.” [rd/rs]
[ad_2]

Berita Terkait

Sarmuji Pastikan Kabinet Prabowo – Gibran Tetap Solid, Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden Indonesia
Puan Maharani Soroti Dugaan Intimidasi ke Pemohon Judicial Review UU TNI
Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release
MNC Digital Pernah Kerja Sama Properti dengan Perusahaan Kamboja Saat Sufmi Dasco Menjadi Komisaris
PDIP Tanggapi Kunjungan Putra Presiden Prabowo Subianto ke Kediaman Megawati Soekarnoputri
Sekjen PDIP Hasto Kristianto Ungkap Ancaman kepada Dirinya Jika PDIP Memecat Joko Widodo atau Jokowi
Acara Silaturahmi KIM di Hambalang, Pesan SBY: Satukan Hati, Beri yang Terbaik, Sukseskan Pemerintahan!
Penjelasan Gerindra Soal Kapan dan Siapa Sosok Menteri Kabinet Merah Putih yang Berpeluang Dicopot Prabowo

Berita Terkait

Kamis, 5 Juni 2025 - 11:51 WIB

Sarmuji Pastikan Kabinet Prabowo – Gibran Tetap Solid, Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden Indonesia

Senin, 26 Mei 2025 - 09:00 WIB

Puan Maharani Soroti Dugaan Intimidasi ke Pemohon Judicial Review UU TNI

Senin, 28 April 2025 - 08:19 WIB

Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release

Selasa, 8 April 2025 - 10:48 WIB

MNC Digital Pernah Kerja Sama Properti dengan Perusahaan Kamboja Saat Sufmi Dasco Menjadi Komisaris

Kamis, 3 April 2025 - 14:36 WIB

PDIP Tanggapi Kunjungan Putra Presiden Prabowo Subianto ke Kediaman Megawati Soekarnoputri

Berita Terbaru

Pers Rilis

Haier Jalin Kemitraan Global dengan UEFA Champions League

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:25 WIB