Australia Larang Rencana Pembangunan Kedutaan Baru Rusia di Dekat Gedung Parlemen

- Pewarta

Kamis, 15 Juni 2023 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM –
Australia, Kamis (15/6), melarang Rusia untuk membangun gedung kedutaan baru di dekat Gedung Parlemen setelah pejabat intelijen memperingatkan pembangunan itu berisiko memunculkan kegiatan spionase dan memberikan ancaman keamanan.

Rusia menyewa sebidang tanah yang berlokasi sekitar 400 meter dari gedung parlemen Australia di Canberra. Moskow telah meletakkan fondasi bangunan untuk gedung kedutaan baru.

Namun, setelah gagal menghalangi pembangunan tersebut di pengadilan, pemerintah Australia mengeluarkan undang-undang baru pada Kamis (15/6) yang secara khusus dirancang untuk menghentikan pembangunan itu.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan undang-undang itu dikeluarkan segera setelah pertemuan Komite Keamanan Nasional Australia.

“Pemerintah menerima pandangan keamanan yang sangat jelas mengenai risiko yang ditimbulkan oleh kehadiran baru Rusia yang begitu dekat dengan Gedung Parlemen,” katanya kepada wartawan.

“Kami bertindak cepat untuk memastikan lokasi sewa tidak menjadi kehadiran diplomatik formal.”

Seorang diplomat Rusia mengatakan kepada AFP bahwa “kedutaan sedang mencari pandangan hukum” setelah pengumuman tersebut.

Undang-undang baru itu, disahkan dengan dukungan bipartisan, tidak menghentikan Rusia untuk memiliki jejak diplomatik di Australia — hanya dilarang dari gedung yang sangat dekat dengan parlemen.

Undang-undang tersebut juga menekankan bahwa Rusia mungkin memenuhi syarat untuk kompensasi finansial.

Mampu, Agresif dan Tidak Dibatasi

Pakar kontraintelijen dan mantan agen FBI Dennis Desmond mengatakan langkah Canberra mencurigai Rusia dengan menggunakan situs kedutaan yang diusulkan sebagai basis untuk memata-matai politisi Australia, sangat masuk akal.

“Keputusan untuk menempatkan kedutaan di suatu lokasi jelas memiliki maksud yang sangat spesifik di baliknya,” katanya kepada AFP.

Mantan diplomat Inggris Alex Bristow, dari Institut Kebijakan Strategis Australia, mengatakan kemungkinan besar pemerintah mendapatkan peringatan “tegas” dari badan intelijen.

“Rusia memiliki beberapa badan intelijen terbesar, paling mampu, paling agresif, dan paling tidak dibatasi di dunia,” katanya.

Albanese mengatakan dia memperkirakan akan adanya beberapa pukulan balik dari Rusia.

“Kami tidak berharap Rusia berada dalam posisi untuk berbicara tentang hukum internasional, mengingat penolakan mereka secara konsisten dan berani terhadap invasi mereka ke Ukraina,” katanya. [ah/rs]
[ad_2]

Berita Terkait

Sarmuji Pastikan Kabinet Prabowo – Gibran Tetap Solid, Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden Indonesia
Puan Maharani Soroti Dugaan Intimidasi ke Pemohon Judicial Review UU TNI
Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release
MNC Digital Pernah Kerja Sama Properti dengan Perusahaan Kamboja Saat Sufmi Dasco Menjadi Komisaris
PDIP Tanggapi Kunjungan Putra Presiden Prabowo Subianto ke Kediaman Megawati Soekarnoputri
Sekjen PDIP Hasto Kristianto Ungkap Ancaman kepada Dirinya Jika PDIP Memecat Joko Widodo atau Jokowi
Acara Silaturahmi KIM di Hambalang, Pesan SBY: Satukan Hati, Beri yang Terbaik, Sukseskan Pemerintahan!
Penjelasan Gerindra Soal Kapan dan Siapa Sosok Menteri Kabinet Merah Putih yang Berpeluang Dicopot Prabowo

Berita Terkait

Kamis, 5 Juni 2025 - 11:51 WIB

Sarmuji Pastikan Kabinet Prabowo – Gibran Tetap Solid, Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden Indonesia

Senin, 26 Mei 2025 - 09:00 WIB

Puan Maharani Soroti Dugaan Intimidasi ke Pemohon Judicial Review UU TNI

Senin, 28 April 2025 - 08:19 WIB

Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release

Selasa, 8 April 2025 - 10:48 WIB

MNC Digital Pernah Kerja Sama Properti dengan Perusahaan Kamboja Saat Sufmi Dasco Menjadi Komisaris

Kamis, 3 April 2025 - 14:36 WIB

PDIP Tanggapi Kunjungan Putra Presiden Prabowo Subianto ke Kediaman Megawati Soekarnoputri

Berita Terbaru