Biarkan Cak Nun Bicara Apa Saja, dari Sana Kita Bisa Melihat Sisi Lain Diri Kita Sebagai Bangsa

- Pewarta

Jumat, 20 Januari 2023 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM – Cak… Itu panggilan yang nyaman bagi saya. Untuk Sosok budayawan Emha Ainun Najib. Sekarang rambutnya Sudah putih.

Wajahnya banyak kerutan. Banyak yang sudah memanggil Mbah. Tapi saya nyaman panggil Cak. Seperti 20 tahun lalu.

Wajah kerut dan rambut putih. Persis tengara Presiden Jokowi tentang sosok yang tulus memikirkan bangsa. Tapi kita abaikan tema ini.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gejolak Papua dan Morowali Terlupakan Karena Kaum Elit Jakarta Sibuk Berpolitik?

PBNU Ingatkan Kiai dan Istri Kiai di Lingkungan Pesantren agar Tak Terlibat Politik Praktis

Beberapa hari lalu Cak Nun mengaku _kesambet_. Sebelumnya ia statemen di sebuah forum.

Ia mengata-ngatai presiden sebagai Firaun, Antoni Salim sebagai Qorun dan Luhut sebagai Haman.

Banyak yang marah. Terutama pendukung Presiden Jokowi. Atau orang-orang yang mencari makan dengan _nempil kawibawan_ (mencuil kewibawaan) dari Presiden Jokowi.

KPK Bawa Gubernur Nonaktif Papua Lukas Enembe ke Rumah Sakit RSPAD Gatot Soebroto

Jaringan Portal Berita Fokus Siber Media Network Mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2023

Mungkin oleh kesadaran. Mungkin juga karena posisi dalam jabatan. Akhirnya bernada protes membuly Cak Nun.

Bahkan ada yang hendak melapor polisi.

Sepanjang saya tau, Cak Nun orangnya ya seperti itu. Dari dulu. Ditakdirkan sejarah untuk menjadi orang yang selalu bersuara lain.

Satu Abad Nahdlatul Ulama, Erick Thohir: Jangan Sampai Santri Kita Tak Kenal Teknologi

Muhaimin Iskandar Diminta Menangkan PKB di 2024 dalam Mandat Ijtima Ulama Nusantara

Mencermati dari sudut pandang yang oleh orang lain tidak lakukan. Sejak dulu.

Sejak jauh sebelum yang dikatakan orang sebagai era penuh demokratis seperti saat ini.

Bahkan sejak zaman Presiden Soeharto. Era di mana kalau menghentikan gerakan seseorang itu sangat mudah.

Usia PPP 50 Tahun, Plt Ketua Umum Muhamad Mardiono: PPP Menjadi Partai yang Matang

Sandiaga Uno Dapat Dukungan dari DPC PPP Jember untuk Maju Pemilihan Presiden 2024

Tapi dia eksis. Satir-satirnya meluncur deras. Mudah dipahami, penguasa yang mana yang jadi sasaran kritik. Sekali lagi ia eksis.

Harusnya era reformasi ini menjadikan ia lebih bebas bicara. Lebih merdeka bagi sosok seperti dia. Dalam mengapresiasi perjalanan bangsanya.

Cak Nun membangun arena-arena diskusi. Ruang publik kebangsaan. Untuk membangun kesadaran kebangsaan.

Dukungan kepada Muhaimin Iskandar pada Pemilu 2024, Wapres Ma’ruf Amin Berikan Sinyal

Dihadiri Sandiaga Uno, Puluhan Ribu Massa Ramaikan Harlah ke-50 PPP di Yogyakarta

Ia himpun sumberdaya dan sumberdana secara swakarsa. Tidak masuk APBN agenda-agendanya. Itu sudah puluhan tahun berlangsung.

Cak Nun bukanlah agen demonstran. Agen penggerak demonstasi-demonstrasi bayaran. Bukan pula intelektual pesanan.

Bukan buzzer berbayar. Untuk menyuarakan kesukaan dan ketidaksukaan kepada seseorang pejabat.

Cak Nun bukanlah politisi. Yang ikut ke sana ke mari merebut kekuasaan.

Ia terpanggil oleh takdir sebagai guru masyarakat. Pengajar tak berbayar bagi masyarakat luas. Kita harusnya memperlakukan berbeda untuk dia.

Karena dia telah memperlakukan bangsa ini secara berbeda pula, sangat istimewa. Ia rawat. Ia kawal tanpa lelah. Tanpa memungut uang jasa.

Biarlah ia berbicara dan berpandangan apa saja. Kepada siapa saja. Jangan dimarahi dia. Jangan dimusui.

Biarlah ia terus menunjukkan sisi-sisi lain dari bangsa ini. Sisi yang harus kita benahi. Mungkin kita tidak melihatnya. Cak Nun mungkin melihatnya.

Bagaimanapun cara ia mengungkapkan. Itu ekspresi kecintaan dia terhadap bangsa ini.

PKI saja memiliki tradisi auto kritik. Kita yang lebih demokratis tidak boleh alergi terhadap auto kritik.

Satu hal untuk Cak Nun. Dia lebih bersih dibanding kita-kita semua. Secara kasat mata. Lebih tulus terhadap bangsa ini dibanding kita-kita.

Cak Nun berteriak lantang bukan untuk memeras. Mencari imbalan uang. Cak Nun berteriak keras bukan untuk menjadi jurkam bagi gerakan politik tertentu.

Cak Nun berteriak keras bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu agar ia bisa berkuasa. Track record-nya bisa kita lacak.

Ia bekerja untuk bangsa. Dengan caranya sendiri.

Maka biarkan saja Cak Nun bicara apa saja. Suka-suka dia. Dari sanalah kita secara gratis bisa melihat sisi lain diri kita sebagai bangsa.

Mungkin memang ada yang perlu kita benahi. Agar kita semua selamat. Sebagai bangsa.

Agar kapal kebangsaan kita ini tidak seperti Titanic. Mengabaikan _warning_ suara-suara lain. Akhirnya menabrak gunung es dan tenggelam.

Oleh: Abdul Rahman Sukardi, Pemerhati Kebangsaan.***

Berita Terkait

Sarmuji Pastikan Kabinet Prabowo – Gibran Tetap Solid, Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden Indonesia
Puan Maharani Soroti Dugaan Intimidasi ke Pemohon Judicial Review UU TNI
Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release
MNC Digital Pernah Kerja Sama Properti dengan Perusahaan Kamboja Saat Sufmi Dasco Menjadi Komisaris
PDIP Tanggapi Kunjungan Putra Presiden Prabowo Subianto ke Kediaman Megawati Soekarnoputri
Sekjen PDIP Hasto Kristianto Ungkap Ancaman kepada Dirinya Jika PDIP Memecat Joko Widodo atau Jokowi
Acara Silaturahmi KIM di Hambalang, Pesan SBY: Satukan Hati, Beri yang Terbaik, Sukseskan Pemerintahan!
Penjelasan Gerindra Soal Kapan dan Siapa Sosok Menteri Kabinet Merah Putih yang Berpeluang Dicopot Prabowo

Berita Terkait

Kamis, 5 Juni 2025 - 11:51 WIB

Sarmuji Pastikan Kabinet Prabowo – Gibran Tetap Solid, Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden Indonesia

Senin, 26 Mei 2025 - 09:00 WIB

Puan Maharani Soroti Dugaan Intimidasi ke Pemohon Judicial Review UU TNI

Senin, 28 April 2025 - 08:19 WIB

Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release

Selasa, 8 April 2025 - 10:48 WIB

MNC Digital Pernah Kerja Sama Properti dengan Perusahaan Kamboja Saat Sufmi Dasco Menjadi Komisaris

Kamis, 3 April 2025 - 14:36 WIB

PDIP Tanggapi Kunjungan Putra Presiden Prabowo Subianto ke Kediaman Megawati Soekarnoputri

Berita Terbaru

Pers Rilis

Jack Technology Luncurkan SmartLink Master di Vietnam

Rabu, 24 Jun 2026 - 05:08 WIB