Biden Siap Melawat ke Tiga Negara Eropa Minggu Ini

- Pewarta

Senin, 3 Juli 2023 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM –
Presiden Amerika Joe Biden pekan ini akan melakukan lawatan selama lima hari ke tiga negara Eropa.

Gedung Putih mengatakan persinggahan utama adalah di KTT NATO di Vilnius, Lithuania, di mana para pemimpin Barat berencana membahas upaya terakhir untuk mendorong perlawanan Ukraina terhadap Rusia.

Biden pertama-tama akan bertolak ke London pada hari Minggu (9/7), di mana dalam lawatan selama dua hari ke negara itu ia berencana bertemu dengan Raja Charles dan Perdana Menteri Rishi Sunak “untuk memperkuat hubungan dekat antar kedua negara.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gedung Putin mengatakan Biden kemudian akan bertolak ke Lithuania untuk menghadiri KTT NATO selama dua hari, di mana para pemimpin 31 negara aliansi militer Barat akan membahas kondisi kontra-ofensif Ukraina untuk merebut kembali wilayahnya di bagian tenggara, yang telah diduduki Rusia dalam invasi selama 16 bulan ini.

Negara-negara NATO – yang dipimpin Amerika – telah mengirim persenjataan bernilai miliaran dolar ke Ukraina, tetapi pengeboman udara Rusia telah menewaskan banyak warga Ukraina, meskipun sejumlah rudal itu dapat ditembak jatuh. Rudal-rudal yang mencapai sasaran tidak saja membunuh banyak orang, tetapi juga menghancurkan suatu kawasan.

Setelah KTT NATO itu, Biden akan terbang ke Helsinki untuk menyambut dan merayakan keberhasilan Finlandia menjadi anggota NATO bulan April lalu. Biden menggambarkan bertambahnya kekuatan aliansi NATO itu sebagai isyarat memudarnya pengaruh Rusia.

Swedia juga sedang berupaya menjadi anggota NATO, meskipun Turki dan Hongaria tidak menyetujui langkah itu.

Biden telah menjamu Perdana Menteri Swedia Ulf Kirstersson di Gedung Putih Rabu lalu (28/6) sebagai isyarat dukungan untuk menerima Swedia sebagai anggota NATO.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Swedia bersikap terlalu lemah terhadap kelompok-kelompok teroris dan ancaman keamanan. Sementara Sekjen NATO Jens Stoltenberg megatakan Swedia telah memenuhi kewajibannya untuk menjadi anggota NATO dengan memperkuat undang-undang anti-terorisme dan langkah-langkah lain.

Hongaria menentang upaya Swedia dengan alasan yang kurang kuat, yaitu soal kemunduran demokrasi dan erosi supremasi hukum.

Semua negara NATO harus meratifikasi atau menyetujui masuknya sebuah negara anggota baru. [em/jm]
[ad_2]

Berita Terkait

Sarmuji Pastikan Kabinet Prabowo – Gibran Tetap Solid, Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden Indonesia
Puan Maharani Soroti Dugaan Intimidasi ke Pemohon Judicial Review UU TNI
Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release
MNC Digital Pernah Kerja Sama Properti dengan Perusahaan Kamboja Saat Sufmi Dasco Menjadi Komisaris
PDIP Tanggapi Kunjungan Putra Presiden Prabowo Subianto ke Kediaman Megawati Soekarnoputri
Sekjen PDIP Hasto Kristianto Ungkap Ancaman kepada Dirinya Jika PDIP Memecat Joko Widodo atau Jokowi
Acara Silaturahmi KIM di Hambalang, Pesan SBY: Satukan Hati, Beri yang Terbaik, Sukseskan Pemerintahan!
Penjelasan Gerindra Soal Kapan dan Siapa Sosok Menteri Kabinet Merah Putih yang Berpeluang Dicopot Prabowo

Berita Terkait

Kamis, 5 Juni 2025 - 11:51 WIB

Sarmuji Pastikan Kabinet Prabowo – Gibran Tetap Solid, Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden Indonesia

Senin, 26 Mei 2025 - 09:00 WIB

Puan Maharani Soroti Dugaan Intimidasi ke Pemohon Judicial Review UU TNI

Senin, 28 April 2025 - 08:19 WIB

Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release

Selasa, 8 April 2025 - 10:48 WIB

MNC Digital Pernah Kerja Sama Properti dengan Perusahaan Kamboja Saat Sufmi Dasco Menjadi Komisaris

Kamis, 3 April 2025 - 14:36 WIB

PDIP Tanggapi Kunjungan Putra Presiden Prabowo Subianto ke Kediaman Megawati Soekarnoputri

Berita Terbaru