Duta Besar Uni Eropa Sesalkan Kurangnya Kemajuan dalam Pembicaraan Perdagangan dengan China

- Pewarta

Senin, 3 Juli 2023 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM –
Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk China, pada hari Minggu (2/7),  menyesalkan kurangnya “kemajuan bermakna” dalam pembicaraan perdagangan dengan Beijing, di saat negara-negara UE berupaya mengurangi ketergantungan ekonomi mereka pada negara raksasa Asia itu.

Komisi Eropa menangguhkan upayanya untuk membuat negara anggota dan parlemen meratifikasi perjanjian investasi yang dicapai dengan China pada akhir 2020, setelah pembicaraan selama tujuh tahun, menyusul perbedaan pendapat atas kondisi hak asasi manusia di Xinjiang, wilayah yang mayoritas penduduknya Muslim.

Dengan hubungan yang mendingin, pada Mei lalu, UE juga memutuskan untuk “menyesuaikan kembali” sikapnya terhadap China untuk mengurangi ketergantungan ekonominya, ketika Beijing dicurigai memberi dukungan diam-diam kepada Moskow dalam perangnya di Ukraina.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan berat hati saya sampaikan bahwa dialog ekonomi dan perdagangan kita belum membuat kemajuan apapun, atau setidaknya kemajuan yang substansial, dalam empat tahun terakhir,” kata Duta Besar Uni Eropa Jorge Toledo dalam sebuah forum di Beijing.

“Kami ini berhubungan dengan China, namun kami membutuhkan adanya kemajuan dan kami perlu hal tersebut tercapai pada tahun ini,” ujar Toledo, seraya menambahkan bahwa dialog ekonomi kelas atas antara kedua belah pihak akan digelar pada September mendatang. 

Bagi UE, China “adalah mitra sekaligus pesaing, dan lawan yang sistemis,” katanya.

Komisi Eropa mengajukan proposal pada Maret untuk mendapatkan pasokan bahan seperti litium atau nikel yang dibutuhkan untuk produksi teknologi utama seperti baterai dan panel surya.

Jerman, Prancis, dan Italia mengatakan pada minggu lalu bahwa mereka akan bekerja sama lebih erat dalam hal pengadaan bahan-bahan mentah di saat Eropa berusaha untuk mengurangi ketergantungannya terhadap impor dari beberapa negara termasuk China. [ps/ka/rs]
[ad_2]

Berita Terkait

Sarmuji Pastikan Kabinet Prabowo – Gibran Tetap Solid, Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden Indonesia
Puan Maharani Soroti Dugaan Intimidasi ke Pemohon Judicial Review UU TNI
Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release
MNC Digital Pernah Kerja Sama Properti dengan Perusahaan Kamboja Saat Sufmi Dasco Menjadi Komisaris
PDIP Tanggapi Kunjungan Putra Presiden Prabowo Subianto ke Kediaman Megawati Soekarnoputri
Sekjen PDIP Hasto Kristianto Ungkap Ancaman kepada Dirinya Jika PDIP Memecat Joko Widodo atau Jokowi
Acara Silaturahmi KIM di Hambalang, Pesan SBY: Satukan Hati, Beri yang Terbaik, Sukseskan Pemerintahan!
Penjelasan Gerindra Soal Kapan dan Siapa Sosok Menteri Kabinet Merah Putih yang Berpeluang Dicopot Prabowo

Berita Terkait

Kamis, 5 Juni 2025 - 11:51 WIB

Sarmuji Pastikan Kabinet Prabowo – Gibran Tetap Solid, Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden Indonesia

Senin, 26 Mei 2025 - 09:00 WIB

Puan Maharani Soroti Dugaan Intimidasi ke Pemohon Judicial Review UU TNI

Senin, 28 April 2025 - 08:19 WIB

Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release

Selasa, 8 April 2025 - 10:48 WIB

MNC Digital Pernah Kerja Sama Properti dengan Perusahaan Kamboja Saat Sufmi Dasco Menjadi Komisaris

Kamis, 3 April 2025 - 14:36 WIB

PDIP Tanggapi Kunjungan Putra Presiden Prabowo Subianto ke Kediaman Megawati Soekarnoputri

Berita Terbaru

Pers Rilis

Haier Jalin Kemitraan Global dengan UEFA Champions League

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:25 WIB