LINGKARIN.COM – Kuasa hukum keluarga mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, menilai terdakwa Ferdy Sambo layak divonis mati terkait kasus pembunuhan Brigadir J.
Putusan vonis tersebut, lanjut Kamaruddin, sudah sesuai. Pasalnya, dalam pertimbangan yang disampaikan majelis hakim tidak ada hal-hal yang dapat meringankan vonisnya.
“Artinya, karena tidak ada hal yang meringankan, maka pantas dia dihukum pidana mati,” ujar Kamarudin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 13 Februari 2023.
Tak Hasilkan Apa-apa, Legislator Nilai Integrasi Kelembagaan IPTEK dalam BRIN Tak Berhasil
Menhan Prabowo Subianto Lepas Keberangkatan Bantuan Kemanusiaan RI untuk Turki
Kamaruddin menuturkan, putusan vonis dari majelis hakim tidak terpaku dengan tuntutan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum (JPU).
Baca konten dengan topik ini, di sini: Ferdy Sambo Divonis Mati dalam Kasus Pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat
Terlebih setelah vonis yang diputuskan lebih berat dari tuntutan.
Semeru Kembali Erupsi dengan Tinggi Kolom Letusan Sekitar 600 Meter di Atas Puncak
Jokowi Minta agar Peraturan Presiden Soal Keberlanjutan Media Rampung dalam Sebulan
“Ini namanya ultra petita, yang artinya Hakim tidak terikat dengan tuntutan, tapi Hakim bebas dan mandiri dalam membuat pertimbangan dan putusan,” tandasnya.***
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Lingkarin.com, semoga bermanfaat.