LINGKARIN.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menyatakan pengawasan tahapan Pemilu 2024 bukan hal yang mudah, terutama memantau adanya indikasi kampanye di rumah ibadah.
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja mengatakan pihaknya akan mengawasi kampanye Pemilu 2024 di rumah ibadah dengan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Melarang kampanye di tempat ibadah tentu tidak mudah.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
KPK Periksa 8 Saksi Terkait Kasus Korupsi yang Jerat Gubernur Papua Lukas Enembe
PWNU Jateng Usulkan Gus Yusuf Maju Sebagai Kandidat di Pilgub Jateng 2024, Ini Alasannya
“Kami berharap tidak didemo berhari-hari seperti pemilu (sebelumnya),” ujar Rahmat Bagja dalam keterangannya, Kamis 2 Februari 2023.
“Kerja-kerja Bawaslu semoga bisa ditopang oleh tokoh masyarakat dan tokoh agama, sehingga bisa menciptakan pemilu sejuk yang kondusif dan berintegritas,” imbuhnya.
Rahmat berharap kerjasama dengan MUI dapat menciptakan Pemilu yang bebas dari polarisasi SARA.
Tidak Ada WNI Jadi Korban Bom Pakistan, Kemenlu: Indonesia Kutuk Serangan Teroris
Gilang Dhielafararez Kecam Kunjungan Menteri Israel di Kompleks Al-Aqsa Palestina
Dengan begitu, diharapkan masyarakat tidak akan terpecah belah hingga pemilu usai.
“Kami mengucapkan terima kasih MUI menyatakan siap mendukung deklarasi ini yang akan melibatkan tokoh-tokoh agama yang lain.”
“Ulama bisa ikut meyakinkan masyarakat banyak bahwa Pemilu 2024 yang pemilihannya pada Februari 2024 tidak akan terpecah,” terangnya.
Reaksi Duta Besar Swedia Saat Dipanggil Kemenlu Terkait Kasus Pembakaran Al Quran
PPP Dorong Erick Thohir, Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil untuk Tampil ke Ruang Publik
Ditambahkan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu, Puadi bahwa tidak mudah melakukan penindakan berkaitan dengan politisasi SARA.
Karenannya, perlunya bantuan dari tokoh-tokoh agama untuk mengedukasi masyarakat.
“Pengalaman saya dulu sewaktu menjadi pimpinan Bawaslu DKI Jakarta itu tidak mudah menertibkan poster-poster di tempat ibadah sewaktu Pilkada DKI Jakarta tahun 2017.”
Gerindra Minta Kenaikan Ongkos Haji Rp69 juta Dikaji Ulang: Terlalu Berat untuk Rakyat
Demo Terkait Kasus Pembakaran Al Quran, Polisi Siagakan Ratusan Personel di Kedubes Swedia
“Dengan dukungan tokoh agama, maka ini menjadi proses edukasi yang lebih baik,” jelas Puadi.***














