India Didesak Akhiri Ekspor Senjata ke Myanmar yang Dikoyak Perang

- Pewarta

Jumat, 30 Juni 2023 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM –
Sebuah kelompok penekan Myanmar mendesak India agar menghentikan penjualan senjata kepada militer negara mereka yang dikoyak perang dan meminta sekutu Baratnya, terutama Swedia dan Amerika Serikat, untuk bergabung dalam seruan tersebut.

Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya ke AS minggu lalu. Kedua negara adalah anggota aliansi Quad, bersama dengan Australia dan Jepang, yang secara luas dipandang bekerja untuk mengimbangi pengaruh semakin besar China di Asia Pasifik.

Kelompok penekan, Justice for Myanmar (“Keadilan untuk Myanmar”), mengatakan penelitiannya telah menemukan bagian-bagian senjata yang dibuat di India tetapi desain Swedia dikirim ke Myanmar, bahkan setelah kudeta militer tahun 2021 yang menggulingkan pemerintahan terpilih negara itu.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa menuduh militer Myanmar melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang selagi memerangi perlawanan bersenjata, membunuh ribuan warga sipil dan menggusur lebih dari 1,5 juta orang di seluruh negeri.

Sementara AS, Uni Eropa, dan lainnya telah memberlakukan embargo senjata di Myanmar, India, yang berbagi perbatasan sepanjang 1.600 kilometer dengan negara tersebut, tetap menjadi salah satu dari sedikit pemasok bagi rezim militer Myanmar.

“Ekspor senjata India dan barang dan teknologi sangat penting bagi militer Myanmar dan memungkinkannya untuk terus melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata juru bicara Justice for Myanmar Yadanar Maung kepada LINGKARIN.COM.

Dia mengatakan pengiriman terbaru India membuatnya “lebih terlibat” dan mendesak sekutu Quad-nya untuk “meningkatkan dan mulai menggunakan pengaruh masing-masing untuk menghentikan dukungan menjijikkan India untuk junta Myanmar.” [lt/ka]
[ad_2]

Berita Terkait

Sarmuji Pastikan Kabinet Prabowo – Gibran Tetap Solid, Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden Indonesia
Puan Maharani Soroti Dugaan Intimidasi ke Pemohon Judicial Review UU TNI
Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release
MNC Digital Pernah Kerja Sama Properti dengan Perusahaan Kamboja Saat Sufmi Dasco Menjadi Komisaris
PDIP Tanggapi Kunjungan Putra Presiden Prabowo Subianto ke Kediaman Megawati Soekarnoputri
Sekjen PDIP Hasto Kristianto Ungkap Ancaman kepada Dirinya Jika PDIP Memecat Joko Widodo atau Jokowi
Acara Silaturahmi KIM di Hambalang, Pesan SBY: Satukan Hati, Beri yang Terbaik, Sukseskan Pemerintahan!
Penjelasan Gerindra Soal Kapan dan Siapa Sosok Menteri Kabinet Merah Putih yang Berpeluang Dicopot Prabowo

Berita Terkait

Kamis, 5 Juni 2025 - 11:51 WIB

Sarmuji Pastikan Kabinet Prabowo – Gibran Tetap Solid, Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden Indonesia

Senin, 26 Mei 2025 - 09:00 WIB

Puan Maharani Soroti Dugaan Intimidasi ke Pemohon Judicial Review UU TNI

Senin, 28 April 2025 - 08:19 WIB

Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release

Selasa, 8 April 2025 - 10:48 WIB

MNC Digital Pernah Kerja Sama Properti dengan Perusahaan Kamboja Saat Sufmi Dasco Menjadi Komisaris

Kamis, 3 April 2025 - 14:36 WIB

PDIP Tanggapi Kunjungan Putra Presiden Prabowo Subianto ke Kediaman Megawati Soekarnoputri

Berita Terbaru