Indonesia Bantah Klaim Pemberontak atas Kematian Belasan Tentara di Papua

- Pewarta

Selasa, 18 April 2023 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Panglima TNI pada Selasa (18/4) membantah klaim sebuah kelompok separatis bahwa mereka telah membunuh belasan tentara yang sedang mencari seorang pilot Selandia Baru yang disandera oleh pemberontak di wilayah Papua yang bergolak.

Laksamana Yudo Margono dan sejumlah petinggi militer terbang ke wilayah itu pada hari Senin setelah informasi awal mengatakan sejumlah penyerang dari Tentara Pembebasan Papua Barat, sayap bersenjata dari Gerakan Papua Merdeka, menyergap 36 tentara di distrik Nduga yang berbukit-bukit  di Provinsi Papua Pegunungan.

Juru bicara kelompok pemberontak itu, Sebby Sambom, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa kelompoknya menahan 12 mayat tentara yang tewas itu, termasuk sembilan orang yang katanya “ditangkap dan dieksekusi.” Para pemberontak tidak memberikan bukti untuk mendukung pernyataan mereka.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yudo mengatakan hanya ada satu korban jiwa, empat tentara hilang, dan sisanya kembali ke pos masing-masing. Empat di antara mereka yang kembali itu dalam kondisi terluka namun stabil dan dievakuasi ke rumah sakit di Timika, kota pertambangan di provinsi tetangga, Papua Tengah.

“Saya di sini untuk mengetahui secara langsung dan akurat dari pasukan kami di lapangan tentang situasi yang sebenarnya, sehingga kami dapat mengevaluasi misi (penyelamatan) pilot,” kata Yudo dalam konferensi pers di Timika.

Para tentara yang dilaporkan itu adalah bagian dari kelompok yang mencari Phillip Mark Mehrtens, seorang pilot Selandia Baru untuk perusahaan penerbangan Indonesia Susi Air yang diculik oleh pemberontak pada Februari.

Sebby mengatakan dalam pernyataan sebelumnya bahwa pemberontak melakukan serangan sebagai pembalasan terhadap “operasi militer besar-besaran” Indonesia di Papua dan pembunuhan dua pemberontak dalam baku tembak dengan pasukan keamanan bulan lalu.

Yudo membantah klaim pemberontak itu dan menyebutnya sebagai “berita palsu” dan mengatakan operasi militer di Papua diluncurkan dengan maksud untuk meminimalkan korban. Namun, ia mengatakan pihak berwenang akan meningkatkan tekanan terhadap para pemberontak di beberapa kubu separatis, termasuk di Nduga.

Pemberontak pada bulan Februari menyerbu sebuah pesawat bermesin tunggal tak lama setelah mendarat di landasan pacu kecil di Paro dan menculik pilotnya. Pesawat tersebut awalnya dijadwalkan untuk menjemput 15 pekerja konstruksi yang membangun sebuah pusat layanan kesehatan setelah pemberontak mengancam akan membunuh mereka.

Pihak berwenang akan terus memprioritaskan pendekatan damai untuk pembebasan Mehrtens, kata Yudo.  [ab/uh]
[ad_2]

Berita Terkait

Jalan Panjang Menjaga Harga Beras, Bantuan Pangan Jadi Tumpuan
Mencegah Penimbunan, Bulog dan Pemda Kawal Distribusi Beras SPHP Nasional
Indonesia Menuju APBN Sehat: Prabowo Tawarkan Jalan Tanpa Defisit
Misteri Kematian Diplomat Muda: Prabowo Serukan Penyelidikan Menyeluruh
Mohamad Riza Chalid Bebas, Rakyat Cuma Bisa Teriak di Medsos
Topan Ginting Tersandung Senpi & Suap, Bobby Nasution Angkat Suara!
Uhud Tour di Balik Kasus Haji? KPK Dalami Peran Khalid Basalamah
Polemik Chromebook 2019–2022: Nadiem Dipanggil, Kajian Teknis Diduga Direkayasa untuk Menangkan Vendor Tertentu

Berita Terkait

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:59 WIB

Jalan Panjang Menjaga Harga Beras, Bantuan Pangan Jadi Tumpuan

Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:53 WIB

Mencegah Penimbunan, Bulog dan Pemda Kawal Distribusi Beras SPHP Nasional

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 07:50 WIB

Indonesia Menuju APBN Sehat: Prabowo Tawarkan Jalan Tanpa Defisit

Sabtu, 26 Juli 2025 - 10:07 WIB

Misteri Kematian Diplomat Muda: Prabowo Serukan Penyelidikan Menyeluruh

Jumat, 18 Juli 2025 - 09:30 WIB

Mohamad Riza Chalid Bebas, Rakyat Cuma Bisa Teriak di Medsos

Berita Terbaru