Indonesia Harus Bersikap Tegas Terkait Tindak Pembakaran Al Quran di Stockholm, Swedia

- Pewarta

Kamis, 26 Januari 2023 - 03:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute

LINGKARIN.COM – Atas apa yang terjadi di Swedia Pemerintah Indonesia harus mengambil langkah yang tegas tidak cukup hanya mengutuk peristiwa pembakaran Al Qur’an tersebut.

Sebagaimana diberitakan, Rasmus Paludan kepala politik sayap kanan Denmark Starm Kurs membakar salinan Qur’an dalam demonstrasi nya di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus Pembunuhan Berantai, Penahanan Dede Solehudin Dipisahkan Usai Jalani Perawatan

Royale Hijab Blue Sapphire Ajak Ladies Rasakan Inspirasi Wangi Para Bangsawan dalam Diri Mereka

Tindakan Rasmus Paludan ini tentu saja tindakan yang sangat keji, tidak beradab, penuh kebencian dan Islamophobia.

Sehingga amat wajar jika tindakan tersebut layak dikutuk dan pelakunya harusnya segara ditangkap alih alih dilindungi oleh Pemerintah Swedia.

Jika atas nama demokrasi pemerintah Swedia tidak bisa memberikan tindakan yang tegas terhadap Rasmus.

Begini Tanggapan Presiden Jokowi Terkait Soal Kenaikan Biaya Perjalanan Ibadah Haji

Plt Ketum PPP Mardiono: Kuota untuk Calon Legislatif Semua Tingkatan Sudah Lengkap

Maka hal tersebut justru akan menimbulkan dampak yang buruk bagi Swedia dari negara negara lain, terutama negara negara Muslim.

Tindakan pembiaran Pemerintah Swedia atas pembakaran Al Qur’an tersebut tentunya akan mengundang reaksi yang akan merugikan pemerintah Swedia sendiri.

Karena ini sudah menyangkut sentimen keagamaan dimana kitab Suci yang dimuliakan Ummat Islam telah dibakar.

Istanbul Syriac Kadim Foundation Kecam Pembakaran Al Quran di Stockholm

PBB Usung Yusril Ihza Mahendra untuk Maju Calon Presiden atau Calon Wapres di Pilpres 2024

Pemerintah Indonesia dalam hal ini sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia tentunya tidak cukup hanya mengutuk tindakan tersebut.

Pemerintah Indonesia mesti bersikap tegas dengan menunda sementara kerjasama dengan pemerintah Swedia sampai kasus ini ditangani dan pelakunya ditangkap dan di proses secara hukum.

Pemerintah Indonesia sendiri saat ini memiliki kerjasama dengan pemerintah Swedia di beberapa bidang Strategis yaitu blue energi dan pertahanan dan keamanan.

Said Aqil Siroj Kutuk Keras Aksi Pembakaran Kitab Suci Al Quran di Stockholm, Swedia

Medsos untuk Sebarkan Konten Provokatif, Seorang Terduga Teroris Ditangkap di Sleman

Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023 bersamaan dengan Presidensi Swedia di Uni Eropa pada semester pertama 2023 seharusnya dapat dijadikan alat diplomasi oleh pemerintah Indonesia.

Agar pemerintah Swedia mengambil langkah yang tegas untuk dapat menyelesaikan kasus pembakaran Al Qur’an ini.

Kecaman dunia internasional terhadap pembakaran Al Qur’an oleh Rasmus Paludan ini mestinya membuat pemerintah Swedia untuk berfikir panjang akan kepentingan negaranya di kancah internasional.

Ongkos Haji Naik: Mengapa Mau Ibadah Kok Dipersulit tapi Investor Asing Dipermudah?

Mengapa Jaksa Penuntut Umum Tak Tuntut Hukuman Mati untuk Ferdy Sambo?

Jangan sampai tindakannya yang melindungi seorang kriminal tak beradab justru menjadikan kerugian bagi Swedia sendiri di kancah internasional.

Pemerintah Indonesia mesti secara tegas memanggil duta besar Swedia untuk Indonesia untuk menyampaikan sikap tegas Indonesia terhadap pemerintah Swedia.

Pernyataan keprihatinan saja tidaklah cukup sebagai respon pemerintah Indonesia atas pembakaran Al Qur’an ini.

Karena dampak dari pembakaran ini tentunya akan memicu tindakan lainnya sebagai reaksi atas tindakan tersebut.

Selama pemerintahan Swedia tidak memberikan sanksi yang tegas dan jelas maka seluruh kerjasama dengan pemerintah Swedia mesti dihentikan terlebih dahulu. ***

Berita Terkait

Sarmuji Pastikan Kabinet Prabowo – Gibran Tetap Solid, Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden Indonesia
Puan Maharani Soroti Dugaan Intimidasi ke Pemohon Judicial Review UU TNI
Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release
MNC Digital Pernah Kerja Sama Properti dengan Perusahaan Kamboja Saat Sufmi Dasco Menjadi Komisaris
PDIP Tanggapi Kunjungan Putra Presiden Prabowo Subianto ke Kediaman Megawati Soekarnoputri
Sekjen PDIP Hasto Kristianto Ungkap Ancaman kepada Dirinya Jika PDIP Memecat Joko Widodo atau Jokowi
Acara Silaturahmi KIM di Hambalang, Pesan SBY: Satukan Hati, Beri yang Terbaik, Sukseskan Pemerintahan!
Penjelasan Gerindra Soal Kapan dan Siapa Sosok Menteri Kabinet Merah Putih yang Berpeluang Dicopot Prabowo

Berita Terkait

Kamis, 5 Juni 2025 - 11:51 WIB

Sarmuji Pastikan Kabinet Prabowo – Gibran Tetap Solid, Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden Indonesia

Senin, 26 Mei 2025 - 09:00 WIB

Puan Maharani Soroti Dugaan Intimidasi ke Pemohon Judicial Review UU TNI

Senin, 28 April 2025 - 08:19 WIB

Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release

Selasa, 8 April 2025 - 10:48 WIB

MNC Digital Pernah Kerja Sama Properti dengan Perusahaan Kamboja Saat Sufmi Dasco Menjadi Komisaris

Kamis, 3 April 2025 - 14:36 WIB

PDIP Tanggapi Kunjungan Putra Presiden Prabowo Subianto ke Kediaman Megawati Soekarnoputri

Berita Terbaru

Pers Rilis

Jack Technology Luncurkan SmartLink Master di Vietnam

Rabu, 24 Jun 2026 - 05:08 WIB