Indonesia Tuduh Uni Eropa Lakukan Imperialisme Regulasi dengan UU Deforestasi

- Pewarta

Jumat, 9 Juni 2023 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Indonesia menganggap Uni Eropa melakukan “imperialisme regulasi” dengan undang-undang deforestasi yang baru, tetapi kedua belah pihak masih akan terlibat dalam pembicaraan tentang kesepakatan perdagangan bebas, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Kamis (8/6).

Indonesia akan melanjutkan negosiasi untuk perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA) dengan blok tersebut, di samping konsultasi terpisah untuk menyelesaikan perselisihan tentang aturan deforestasi Uni Eropa, kata Airlangga kepada Reuters.

Jakarta ingin mewujudkan kesepakatan perdagangan bebas (FTA) segera setelah tujuh tahun perundingan, kata Airlangga, tetapi menekankan bahwa Indonesia “dapat menunggu tujuh tahun lagi” jika Uni Eropa tidak mau mengakui standar ekspor yang ada, seperti standar ekspor minyak kelapa sawit dan kayu yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sedang mendiskusikan fasilitasi perdagangan… Tapi pada saat yang sama, mereka sedang membangun tembok penghalang. Ini tidak adil,” kata Airlangga, yang mengangkat masalah tersebut di Brussel pekan lalu bersama wakil perdana menteri Malaysia.

Airlangga mengutip perselisihan yang sedang berlangsung dengan Uni Eropa, termasuk keluhannya di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait larangan ekspor bijih nikel Indonesia dan kasus WTO terpisah yang diajukan Indonesia terkait keputusan Uni Eropa untuk secara bertahap menghentikan penggunaan minyak sawit sebagai bahan baku biofuel (bahan bakar hayati).

Rencana pajak karbon blok itu juga bisa memukul produk nikel Indonesia, kata Airlangga, sewaktu menggambarkan aturan Uni Eropa sebagai “imperialisme regulasi.”

Seorang juru bicara Komisi Eropa mengatakan Uni Eropa menyadari kekhawatiran terkait undang-undang deforestasi dan memastikan aturan tersebut tidak akan diskriminatif atau digunakan sebagai pembatasan perdagangan terselubung.

“CEPA dengan Indonesia akan mencakup platform untuk kerja sama dalam menghadapi tantangan bersama seperti deforestasi,” kata juru bicara itu, seraya menambahkan negosiasi dijadwalkan berlangsung bulan depan.

Malaysia mengatakan perselisihan atas undang-undang Uni Eropa tidak akan berpengaruh pada negosiasi FTA Uni Eropa yang macet. [ab/uh]
[ad_2]

Berita Terkait

Jalan Panjang Menjaga Harga Beras, Bantuan Pangan Jadi Tumpuan
Mencegah Penimbunan, Bulog dan Pemda Kawal Distribusi Beras SPHP Nasional
Indonesia Menuju APBN Sehat: Prabowo Tawarkan Jalan Tanpa Defisit
Misteri Kematian Diplomat Muda: Prabowo Serukan Penyelidikan Menyeluruh
Mohamad Riza Chalid Bebas, Rakyat Cuma Bisa Teriak di Medsos
Topan Ginting Tersandung Senpi & Suap, Bobby Nasution Angkat Suara!
Uhud Tour di Balik Kasus Haji? KPK Dalami Peran Khalid Basalamah
Polemik Chromebook 2019–2022: Nadiem Dipanggil, Kajian Teknis Diduga Direkayasa untuk Menangkan Vendor Tertentu

Berita Terkait

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:59 WIB

Jalan Panjang Menjaga Harga Beras, Bantuan Pangan Jadi Tumpuan

Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:53 WIB

Mencegah Penimbunan, Bulog dan Pemda Kawal Distribusi Beras SPHP Nasional

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 07:50 WIB

Indonesia Menuju APBN Sehat: Prabowo Tawarkan Jalan Tanpa Defisit

Sabtu, 26 Juli 2025 - 10:07 WIB

Misteri Kematian Diplomat Muda: Prabowo Serukan Penyelidikan Menyeluruh

Jumat, 18 Juli 2025 - 09:30 WIB

Mohamad Riza Chalid Bebas, Rakyat Cuma Bisa Teriak di Medsos

Berita Terbaru

Pers Rilis

High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI

Jumat, 24 Jul 2026 - 03:47 WIB