ARAHNEWS.COM – Presiden Joko Widodo berpesan kepada calon presiden yang akan meneruskan jabatannya untuk berani dan tak gentar.
Terutama mempertahankan kemitraan yang setara dan tanpa paksaan dengan negara lain.
“Kita tidak boleh mundur, kita tidak boleh takut karena kekayaan alam ada di Indonesia.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penggunaan Nitrogen Cair pada Pangan Siap Saji, BPOM Sebut Bahayakan Tubuh Telan Korban Jiwa, Aksi Tawuran 2 Kelompok Bersenjata Tajam di Jalan Raya Parakan Mulya
“Kenapa ini terus saya ulang-ulang? karena saya ingin presiden ke depan juga berani melanjutkan nya.”
Presiden menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada peringatan HUT Ke-50 PDIP di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Selasa,
“Tidak gampang ciut nyali, tidak gentar demi kepentingan bangsa demi kepentingan negara,” tegas Jokowi.
Proporsional Terbuka Berikan Hak Penuh kepada Rakyat dalam Memilih Wakilnya di Parlemen Soal Intervensi Loloskan Partai Politik Tertentu, Wapres: Tak Ada Intervensi dari Istana
“Pas kita ada KTT ini kesempatan saya menyampaikan kemitraan itu harus setara, dan tidak boleh ada pemaksaan, tidak boleh ada negara mendikte.”
“Dan tidak boleh negara-negara maju merasa standar mereka lebih bagus dari negara kita,” kata Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi menceritakan langkah Presiden Soekarno tahun 1965 yang menolak ketergantungan pada imperialisme, dan memperluas kerja sama yang sederajat serta menguntungkan.
Relawan ProGP Ungkap Alasan Ganjar Pranowo Harus Menang Mutlak di Jawa Timur Harus Ditolak, Penerapan ERP di DKI Jakarta Membuat orang Miskin Terpinggirkan
Menurut Kepala Negara, keputusan Bung Karno tersebut sudah terlihat jelas agar bangsa Indonesia tidak menggantungkan diri ke negara manapun, dan dapat berdikari, termasuk soal kekayaan alam.
Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyinggung tentang kekalahan Indonesia dalam gugatan larangan ekspor nikel oleh World Trade Organization (WTO).
Indonesia digugat karena tidak lagi mengekspor nikel dalam bentuk bahan mentah sehingga dinilai melanggar ketentuan dagang oleh WTO.
KPU Berkomitmen Selenggarakan Pemilu 2024 Gunakan Sistem Pemilu Proporsional Terbuka Terdakwa Sebut Tak Sepakat dengan Semua Keterangan Saksi di Sidang Pemalsuan Akta Otentik
Menurut Jokowi, ketentuan ini adalah pemaksaan bagi Indonesia yang berkomitmen untuk melakukan industrialisasi.
Sehingga RI bisa mengekspor komoditas setengah jadi demi mendapatkan nilai tambah.
Selain nikel, RI juga berencana menghentikan lagi ekspor tembaga dalam bentuk mentah pada pertengahan tahun ini.***
Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan Soal OTT Berpotensi Untungkan Koruptor Dukung Upaya KPK, Sahroni Nilai Operasi Tangkap Tangan Cara Tercepat Ringkus Koruptor










