Kemarahan, Kesedihan Warnai Sepak Bola Tanah Air usai Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20

- Pewarta

Kamis, 30 Maret 2023 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Berbagai luapan emosi mewarnai dunia persepakbolaan di Tanah Air setelah Badan Sepak Bola Intenasional FIFA membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 hanya beberapa minggu sebelum perhelatan tersebut dimulai. Para atlet, penggemar dan pakar menunjukkan kemarahan dan kesedihan mereka pada Kamis (30/3).

Pembatalan penunjukkan tersebut dilakukan menyusul keputusan Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menolak keras daerahnya menggelar turnamen U20 jika kongtingen Israel turut serta.

Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik formal, sebaliknya banyak warga yang mendukung perjuangan Palestina. Akibatnya sebagian masyarakat menentang keikutsertaan Israel dalam laga berskala dunia tersebut.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keputusan FIFA untuk mencari tuan rumah baru untuk gelaran U20 menempatkan olahraga paling populer di Tanah Air kembali lesu.

Kekecewaan batalnya Indonesia menjadi tuan rumah U20 membanjiri platform media sosial. Warganet patah hati setelah timnas Indonesia kehilangan kesempatan untuk bermain dalam laga yang disebut FIFA sebagai “turnamen superstar masa depan.”

“Energi, waktu, keringat, dan bahkan darah telah kami keluarkan, tetapi suatu saat gagal karena alasan politik. Inilah impian besar kami yang telah Anda hancurkan,” tulis striker berusia 19 tahun, Rabbani Tasnim.

Sebuah video tim nasional Indonesia menunjukkan para pemain dan pelatih mereka menangis dengan kepala tertunduk setelah menerima berita bahwa FIFA akan mencari tuan rumah baru pada Rabu (29/3).

“Kami, para pemain, sekarang terkena dampaknya, bukan hanya kami tapi semua pesepakbola,” kata penyerang timnas berusia 18 tahun Hokky Caraka.

Pada Kamis (30/3) pagi, papan bunga untuk para pemain bermunculan di luar markas timnas di Jakarta Pusat, termasuk papan bunga yang bertuliskan “jangan menyerah pada mimpimu.”

Warganet membanjiri halaman Instagram bakal calon presiden Ganjar Pranowo dengan komentar negatif setelah dia menentang partisipasi Israel.

Gubernur Bali juga ikut aktif dalam paduan suara anti-Israel dan sekitar seratus pengunjuk rasa Muslim konservatif mengadakan unjuk rasa anti-Israel di Jakarta bulan ini.

Sangat Menyakitkan

Jakarta berjanji untuk menjamin partisipasi Israel meskipun bersikap pro-Palestina, tetapi FIFA melihat suara yang menentang terlalu keras.

 

“Ini benar-benar kejadian yang sangat menyakitkan bagi rakyat Indonesia. Mereka yang membuat keributan dan membuat kami gagal…harus dimintai pertanggungjawaban,” kata Akmal Marhali, pakar pengawas sepak bola Save Our Soccer.

Para pejabat mengatakan pemerintah telah menggelontorkan ratusan juta dolar untuk mempersiapkan U20.

FIFA mengancam untuk menerapkan sanksi lebih lanjut dan dapat melarang Indonesia dari kualifikasi Piala Dunia 2026 yang dimulai pada Oktober. Sebelumnya FIFA juga telah memberikan sanksi pada PSSI selama satu tahun pada 2015 karena pemerintah dinilai ikut campur tangan dalam persepakbolaan Tanah Air.

Namun bagi para penggemar berat sepak bola, kehilangan kesempatan untuk menggelar turnamen sepak bola berskala internasional itu sangat menyakitkan.

“Saya sangat kecewa karena sudah menjadi impian saya untuk menyaksikan Indonesia menjadi tuan rumah acara sepak bola dunia,” kata Jarnawi, 40 tahun.

Industri sepak bola di Tanah Air telah lama dirundung oleh sejumlah masalah, seperti buruknya infrastruktur sekaligus kelakuan anarkis para penggemarnya. Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan lebih dari 130 orang menjadi contoh bagaimana buruknya tata kelola olahraga itu.

Namun benturan politik dan olahraga yang pada akhirnya membuat turnamen itu yang telah diharapkan banyak orang itu kandas.

“Kita berbicara tentang pemuda yang ingin bermain sepak bola. Mereka tidak memiliki minat lagi,” kata pengamat Justin Lhaksana.

“Mengapa masalah ini dicampur secara membabi buta dengan permainan politik?” [ah/rs]
[ad_2]

Berita Terkait

Jalan Panjang Menjaga Harga Beras, Bantuan Pangan Jadi Tumpuan
Mencegah Penimbunan, Bulog dan Pemda Kawal Distribusi Beras SPHP Nasional
Indonesia Menuju APBN Sehat: Prabowo Tawarkan Jalan Tanpa Defisit
Misteri Kematian Diplomat Muda: Prabowo Serukan Penyelidikan Menyeluruh
Mohamad Riza Chalid Bebas, Rakyat Cuma Bisa Teriak di Medsos
Topan Ginting Tersandung Senpi & Suap, Bobby Nasution Angkat Suara!
Uhud Tour di Balik Kasus Haji? KPK Dalami Peran Khalid Basalamah
Polemik Chromebook 2019–2022: Nadiem Dipanggil, Kajian Teknis Diduga Direkayasa untuk Menangkan Vendor Tertentu

Berita Terkait

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:59 WIB

Jalan Panjang Menjaga Harga Beras, Bantuan Pangan Jadi Tumpuan

Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:53 WIB

Mencegah Penimbunan, Bulog dan Pemda Kawal Distribusi Beras SPHP Nasional

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 07:50 WIB

Indonesia Menuju APBN Sehat: Prabowo Tawarkan Jalan Tanpa Defisit

Sabtu, 26 Juli 2025 - 10:07 WIB

Misteri Kematian Diplomat Muda: Prabowo Serukan Penyelidikan Menyeluruh

Jumat, 18 Juli 2025 - 09:30 WIB

Mohamad Riza Chalid Bebas, Rakyat Cuma Bisa Teriak di Medsos

Berita Terbaru