Kepolisian Selidiki BPOM terkait Kasus Obat Batuk Penyebab Gagal Ginjal

- Pewarta

Senin, 26 Juni 2023 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan awal untuk menentukan apakah langkah sejumlah pejabat di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam kasus obat batuk sirop dapat dianggap sebagai tindakan pidana. Penyelidikan tersebut dilakukan saat aparat memperluas lingkup pemeriksaan terhadap sirup batuk tercemar yang mengakibatkan lebih dari 200 anak tewas karena gagal ginjal setelah mengonsumsi obat tersebut, kata dua inspektur utama kepada Reuters. 

Pengawasan itu adalah eskalasi terbaru sejalan desakan sejumlah negara yang meminta pertanggungjawaban kasus sirup yang terkontaminasi yang terkait dengan kematian puluhan anak lagi di Gambia dan Uzbekistan pada tahun lalu. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sedang bekerja dengan negara-negara terkait untuk menyelidiki rantai pasokan farmasi global untuk sirup tersebut. 

Akhir tahun lalu polisi menangkap dan mendakwa delapan orang di perusahaan yang mengimpor dan mendistribusikan bahan mentah ke produsen obat. Mereka menemukan bahwa obat batuk sirop mereka mengandung bahan kimia kelas industri beracun dan bukan bahan yang seharusnya digunakan. 

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Andika Urrasyidin, kepala penyidik atas kasus tersebut, mengatakan kepada Reuters polisi telah memanggil “banyak” pejabat BPOM untuk diinterogasi, dan penyelidikan masih berlangsung. 

“Kami masih menyelidikinya. Tapi … jika ada tindakan, ya harus ada tanggung jawab,” katanya, menolak mengatakan apa, jika ada, tuduhan yang bisa diajukan. 

Tidak ada seorang pun di BPOM yang dituduh melakukan kesalahan. Polisi pada akhirnya dapat mengajukan tuntutan pidana atau menutup penyelidikan tanpa mengambil tindakan. 

Pejabat BPOM tidak menanggapi permintaan komentar. 

Hersadwi Rusdiyono, Direktur Unit Deteksi Kejahatan Polri, mengatakan pejabat BPOM dihadirkan sebagai saksi. Namun, penyidik tengah memeriksa apakah ada kesalahan yang dilakukan oleh mereka.

“Kami tanya mereka sesuai fungsinya sebagai regulator, apakah sudah melakukan pengawasan dan seperti apa pengawasannya,” ujarnya kepada Reuters. “Mereka hanya diperiksa sebagai saksi, kami sedang koordinasi dengan kejaksaan.” 

Hersadwi mengatakan, pendalaman kasus sejauh ini difokuskan pada staf di bawahnya, belum menyentuh Kepala BPOM Penny Lukito. Penny tidak menanggapi permintaan komentar. 

BPOM mengatakan lonjakan kasus gagal ginjal akut terjadi karena beberapa pihak “memanfaatkan celah dalam sistem jaminan keamanan” dan perusahaan farmasi tidak cukup memeriksa bahan baku yang mereka gunakan. 

Pada Januari, Pipit Rismanto, seorang pejabat polisi senior, mengatakan kepada wartawan bahwa pihak berwenang menemukan satu perusahaan yang menjual racun “tingkat industri” atau propilen glikol tingkat farmasi, bahan dasar utama obat sirup. 

Racun tersebut etilen glikol (EG) dan dietilena glikol (DEG), dapat digunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab sebagai pengganti propilen glikol karena harganya bisa kurang dari setengah harga, beberapa pakar farmasi mengatakan kepada Reuters. 

Polisi telah menjerat empat perusahaan yang terlibat dalam kasus tersebut, yaitu produsen obat Afi Farma yang diduga menjual sirup oplosan, CV Samudera Chemical yang menurut polisi menyuplai bahan kimia tersebut, serta dua distributor Tirta Buana Kemindo dan Anugrah Perdana Gemilang. [ah/rs]

 
[ad_2]

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Jalan Panjang Menjaga Harga Beras, Bantuan Pangan Jadi Tumpuan
Mencegah Penimbunan, Bulog dan Pemda Kawal Distribusi Beras SPHP Nasional
Indonesia Menuju APBN Sehat: Prabowo Tawarkan Jalan Tanpa Defisit
Misteri Kematian Diplomat Muda: Prabowo Serukan Penyelidikan Menyeluruh
Mohamad Riza Chalid Bebas, Rakyat Cuma Bisa Teriak di Medsos
Topan Ginting Tersandung Senpi & Suap, Bobby Nasution Angkat Suara!

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:59 WIB

Jalan Panjang Menjaga Harga Beras, Bantuan Pangan Jadi Tumpuan

Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:53 WIB

Mencegah Penimbunan, Bulog dan Pemda Kawal Distribusi Beras SPHP Nasional

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 07:50 WIB

Indonesia Menuju APBN Sehat: Prabowo Tawarkan Jalan Tanpa Defisit

Berita Terbaru

Pers Rilis

“The Empowerers | Laos on the Move”

Kamis, 22 Okt 2026 - 02:00 WIB