Laporan PBB: Dalam 10 Tahun, Masyarakat Masih Bias terhadap Perempuan

- Pewarta

Senin, 12 Juni 2023 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM –
Data pelacakan bias terhadap perempuan menunjukkan tidak ada kemajuan dalam dekade terakhir. Prasangka tetap “tertanam kuat” dalam masyarakat meskipun ada kampanye hak asasi manusia seperti MeToo, kata laporan PBB, Senin (12/6).

Di kalangan laki-laki dan perempuan, “norma sosial gender yang bias lazim di seluruh dunia: hampir 90% orang memiliki setidaknya satu bias” di antara tujuh yang dianalisis oleh Program Pembangunan PBB (UNDP).

Prasangka ini “tersebar luas di kalangan laki-laki dan perempuan, menunjukkan bahwa bias ini kuat tertanam dan memengaruhi baik laki-laki maupun perempuan pada tingkat yang sama,” kata laporan itu.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Badan PBB tersebut memperbarui Indeks Norma Sosial Gender (GSNI). Itu adalah indeks yang memperhitungkan metrik politik, ekonomi, pendidikan, dan integritas fisik dengan menggunakan data dari World Values Survey, proyek internasional yang mempelajari bagaimana nilai dan keyakinan berubah di seluruh dunia. Indeks menunjukkan “tidak ada perbaikan dalam bias terhadap perempuan dalam satu dekade,” kata UNDP, “padahal ada kampanye global dan lokal yang kuat untuk hak-hak perempuan” seperti MeToo.

Misalnya, 69% populasi dunia masih percaya bahwa laki-laki bisa menjadi pemimpin politik yang lebih baik daripada perempuan, dan hanya 27% yang percaya bahwa penting bagi demokrasi bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Hampir separuh populasi (46%) percaya bahwa laki-laki lebih berhak atas pekerjaan, dan 43% mengatakan bahwa laki-laki bisa menjadi pemimpin bisnis yang lebih baik. Seperempat dari populasi juga berpendapat bahwa laki-laki boleh memukul istri, dan 28% percaya bahwa universitas lebih penting bagi laki-laki.

Prasangka menciptakan “rintangan” bagi perempuan dan “dimanifestasikan dalam ketiadaan hak-hak perempuan di banyak bagian dunia,” kata laporan itu.

“Tanpa menangani norma sosial gender yang bias, kita tidak akan mencapai kesetaraan gender atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” kata laporan tersebut. Kurangnya kemajuan dalam bias gender terjadi sementara PBB juga melaporkan turunnya metrik pembangunan manusia secara umum, khususnya terkait pandemi COVID-19. [ka/ab]
[ad_2]

Berita Terkait

IDWX: Pilihan Terbaik untuk Membeli Jam Tangan Rolex Asli di Jakarta
Cuci Tangan Pakai Sabun Tetap Efektif, Sanitizer Jadi Alternatif
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Tegaskan Indonesia Bukan Sebagai Kelinci Percobaan Vaksin TBC
Termasuk Kangkung, Inilah 5 Jenis Sayuran Berdaun Hijau yang Disarankan Dikonsumsi Saat Kondisi Hujan
Beli 4 Perlengkapan Jogging Lebih Hemat dengan Promo 11.11 di Blibli!
5 Alasan Mengapa Sunscreen Emina Aman di Kulit Berjerawat dan Patut Dicoba
Sudah Ikhtiar ke Mana-mana Namun Belum Sembuh? Gunakan BioSaver Card 5758 untuk Solusi Kesehatan Anda
Tingkatkan Kesehatan Tulang, Ini 5 Manfaat Lengkap Buah Nanas bagi Perempuan

Berita Terkait

Rabu, 19 November 2025 - 03:47 WIB

IDWX: Pilihan Terbaik untuk Membeli Jam Tangan Rolex Asli di Jakarta

Senin, 8 September 2025 - 07:49 WIB

Cuci Tangan Pakai Sabun Tetap Efektif, Sanitizer Jadi Alternatif

Sabtu, 10 Mei 2025 - 10:00 WIB

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Tegaskan Indonesia Bukan Sebagai Kelinci Percobaan Vaksin TBC

Senin, 16 Desember 2024 - 11:46 WIB

Termasuk Kangkung, Inilah 5 Jenis Sayuran Berdaun Hijau yang Disarankan Dikonsumsi Saat Kondisi Hujan

Kamis, 24 Oktober 2024 - 11:54 WIB

Beli 4 Perlengkapan Jogging Lebih Hemat dengan Promo 11.11 di Blibli!

Berita Terbaru