Lebih dari 180 Muslim Rohingya Tiba dengan Perahu di Aceh

- Pewarta

Senin, 27 Maret 2023 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Lebih dari 180 Muslim Rohingya mendarat di provinsi Aceh di Indonesia pada Senin (27/3), yang terbaru di antara ratusan orang yang melarikan diri dengan perahu dari kondisi memprihatinkan di Myanmar dan di kamp-kamp di Bangladesh.

Badan Urusan Pengungsi PBB mengatakan, tahun 2022 mungkin merupakan salah satu tahun paling mematikan di laut dalam hampir satu dekade bagi Rohingya, minoritas agama dan etnis yang teraniaya di Myanmar.

Seorang juru bicara kepolisian setempat, Kamil, mengonfirmasi melalui telepon kepada Reuters  bahwa 184 orang Rohingya telah tiba di Kabupaten Aceh Timur dan “semuanya dalam kondisi sehat”.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belum jelas berapa banyak perahu yang mereka tumpangi.

Miftah Cut Ade, seorang anggota senior komunitas nelayan lokal di Aceh, mengatakan 90 wanita dan anak-anak termasuk di antara para migran itu, yang tiba sekitar pukul 03.30 waktu setempat pada hari Senin.

Dengan perahu-perahu yang yang sebetulnya tidak layak dioperasikan, banyak orang Rohingya berusaha mencapai negara-negara tetangga, terutama antara November dan April ketika laut tenang.

Peristiwa semacam ini telah berlangsung bertahun-tahun, meskipun  banyak dari mereka yang dalam perjalanan berbahaya itu  meninggal di laut karena penyakit, kelaparan, dan kelelahan.

Thailand, Bangladesh,  Malaysia dan Indonesia umumnya menjadi negara-negara tujuan uatama perjalanan mereka, meskipun dua yang terakhir banyak dipilih karena mayoritas penduduknya yang Muslim.

Menurut Kementerian Luar Negeri, sejak November tahun lalu, 918 orang Rohingya tiba Aceh.  Jumlah itu meningkat pesat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.  Sepanjang tahun 2021, hanya ada 180 orang Rohingya yang mendarat di sana.

Hampir 1 juta orang Rohingya hidup dalam kondisi memprihatinkan di kamp-kamp yang padat diBangladesh.  Banyak di antara mereka adalah orang-orang yang berusaha melarikan diri dari tindakan keras yang mematikan oleh militer Myanmar pada tahun 2017.

Militer Myanmar sendiri menyangkal telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. [ab/uh]

 
[ad_2]

Berita Terkait

Jalan Panjang Menjaga Harga Beras, Bantuan Pangan Jadi Tumpuan
Mencegah Penimbunan, Bulog dan Pemda Kawal Distribusi Beras SPHP Nasional
Indonesia Menuju APBN Sehat: Prabowo Tawarkan Jalan Tanpa Defisit
Misteri Kematian Diplomat Muda: Prabowo Serukan Penyelidikan Menyeluruh
Mohamad Riza Chalid Bebas, Rakyat Cuma Bisa Teriak di Medsos
Topan Ginting Tersandung Senpi & Suap, Bobby Nasution Angkat Suara!
Uhud Tour di Balik Kasus Haji? KPK Dalami Peran Khalid Basalamah
Polemik Chromebook 2019–2022: Nadiem Dipanggil, Kajian Teknis Diduga Direkayasa untuk Menangkan Vendor Tertentu

Berita Terkait

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:59 WIB

Jalan Panjang Menjaga Harga Beras, Bantuan Pangan Jadi Tumpuan

Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:53 WIB

Mencegah Penimbunan, Bulog dan Pemda Kawal Distribusi Beras SPHP Nasional

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 07:50 WIB

Indonesia Menuju APBN Sehat: Prabowo Tawarkan Jalan Tanpa Defisit

Sabtu, 26 Juli 2025 - 10:07 WIB

Misteri Kematian Diplomat Muda: Prabowo Serukan Penyelidikan Menyeluruh

Jumat, 18 Juli 2025 - 09:30 WIB

Mohamad Riza Chalid Bebas, Rakyat Cuma Bisa Teriak di Medsos

Berita Terbaru

Pers Rilis

High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI

Jumat, 24 Jul 2026 - 03:47 WIB