Menuju Pesisir Barat Daya Jalur Gaza, Bantuan Kemanusiaan Pertama Bergerak Tinggalkan Siprus

- Pewarta

Rabu, 13 Maret 2024 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Siprus Nikos Christodoulides. (Facebook.com/@Νίκος Χριστοδουλίδης - Nikos Christodoulides)

Presiden Siprus Nikos Christodoulides. (Facebook.com/@Νίκος Χριστοδουλίδης - Nikos Christodoulides)

LINGKARIN.COM – Kapal pertama yang membawa 200 ton bantuan kemanusian ke Gaza telah memulai perjalanannya di bawah inisiatif Koridor Maritim Siprus.

“Perjalanan Amalthia adalah salah satu harapan dan kemanusiaan, dan ini baru saja dimulai.”

“Kapal pertama dalam konteks Inisiatif Koridor Maritim Siprus untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza telah berlayar.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini adalah penyelamat bagi warga sipil,” kata Presiden Siprus Nikos Christodoulides, dikutip Rabu, 12 Maret 2024.

Kantor berita Siprus CNA dilansir TVRI News melaporkan bahwa kapal bantuan Open Arms telah meninggalkan pelabuhan Larnaca.

Dengan membawa 200 ton bantuan kemanusiaan sebagai bagian dari inisiatif Amalthea yang dipimpin Siprus.

Baca artikel lainnya di sini : Kronologi Jasad Pria yang Ditemukan Tengkurap dan Banyak Darah di Bawah Badan, Diungkap Polisi Depok

Kapal tersebut diperkirakan sampai ke Gaza dalam dua hari.

Sebelumnya, Komisi Eropa, Jerman, Yunani, Italia, Belanda, Siprus, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Amerika Serikat mengumumkan aktivasi koridor maritim untuk pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Lihat juga konten video, di sini: Raja Yordania Abdullah II Beri Ucapan Selamat Ratu Reina Doakan yang Terbaik untuk Prabowo Subianto

Pemerintah Israel menyambut baik inisiatif Siprus dan berjanji membantu memfasilitasi transfer bantuan ke wilayah tersebut.

Pada November 2023, Christodoulides menjelaskan rencananya untuk membangun koridor laut untuk pengiriman bantuan kemanusiaan langsung ke Jalur Gaza.

Christodoulides ĵuga menyarankan agar kantor pusat operasionalnya berlokasi di Kota Larnaca, Siprus

Kota Larnaca merupakan kota pelabuhan utama di Mediterania yang memiliki kapasitas untuk menyimpan sekitar 100.000 ton bantuan untuk Gaza.

Bantuan itu akan dikumpulkan dan diperiksa oleh petugas bea cukai di Larnaca.

Namun, kapal-kapal kargo yang membawa bantuan harus dikawal oleh kapal militer.

Nantinya, kapal-kapal tersebut akan diturunkan di pesisir barat daya Jalur Gaza dan kemudian diserahkan kepada otoritas sipil Palestina.***

Artikel di atas juga sudah dìterbitkan di portal berita nasional Harianindonesia.com

Sempatkan juga untuk. membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Arahnews.com dan Infoekbis.com

Untuk kebutuhan publikasi press release di portal berita ini, atau serentak di puluhan media online lainnya, dapat menghubungi (WhatsApp) Jasasiaranpers.com:
08531 555 778808781 555 778808191 555 77880811 115 7788.

Berita Terkait

Jalan Panjang Menjaga Harga Beras, Bantuan Pangan Jadi Tumpuan
Mencegah Penimbunan, Bulog dan Pemda Kawal Distribusi Beras SPHP Nasional
Indonesia Menuju APBN Sehat: Prabowo Tawarkan Jalan Tanpa Defisit
Misteri Kematian Diplomat Muda: Prabowo Serukan Penyelidikan Menyeluruh
Mohamad Riza Chalid Bebas, Rakyat Cuma Bisa Teriak di Medsos
Topan Ginting Tersandung Senpi & Suap, Bobby Nasution Angkat Suara!
Uhud Tour di Balik Kasus Haji? KPK Dalami Peran Khalid Basalamah
Polemik Chromebook 2019–2022: Nadiem Dipanggil, Kajian Teknis Diduga Direkayasa untuk Menangkan Vendor Tertentu

Berita Terkait

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:59 WIB

Jalan Panjang Menjaga Harga Beras, Bantuan Pangan Jadi Tumpuan

Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:53 WIB

Mencegah Penimbunan, Bulog dan Pemda Kawal Distribusi Beras SPHP Nasional

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 07:50 WIB

Indonesia Menuju APBN Sehat: Prabowo Tawarkan Jalan Tanpa Defisit

Sabtu, 26 Juli 2025 - 10:07 WIB

Misteri Kematian Diplomat Muda: Prabowo Serukan Penyelidikan Menyeluruh

Jumat, 18 Juli 2025 - 09:30 WIB

Mohamad Riza Chalid Bebas, Rakyat Cuma Bisa Teriak di Medsos

Berita Terbaru