LINGKARIN.COM – Hasil jajak pendapat atau polling yang diadakan Elon Musk di Twitter menunjukkan mayoritas peserta meminta dia mundur sebagai CEO.

Hasil polling itu menunjukkan 57,5 persen menjawab “ya” untuk Elon Musk mundur sebagai pimpinan Twitter, seperti diberitakan Reuters pada Selasa.

Sementara yang menjawab “tidak” berjumlah 42,5 persen.

Pengumuman Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bogor Tentang Seleksi Calon Anggota Panitia Pemungutan Suara Untuk Pemilihan Umum Tahun 2024 Sering Beraksi di Cileungsi dan Jonggol, Seorang Pelaku Curanmor Ditangkap di Desa Dayeuh

Polling itu diikuti lebih dari 17,5 juta pengguna Twitter.

Elon Musk pada hari Minggu 18 Desember 2022 mengatakan dia akan mematuhi hasil polling itu, namun, tidak dijelaskan apakah dia akan mundur dari jabatannya.

Dia sebelumnya mengatakan belum ada pengganti CEO.

Safari Politik Anies Baswedan Sebelum Masa Kampanye, Baswaslu: Tindakan yang Kurang Etis Arahkan Dukungan Terkait Pemilu 2024, Bawaslu Larang Berpolitik Praktis Tempat Ibadah

Elon Musk belum memberikan komentar terhadap hasil polling itu. Twitter juga belum memberikan tanggapan atas survei itu.

Twitter juga sedang mengadakan polling apakah platform harus memiliki kebijakan untuk melarang akun yang mempromosikan media sosial kompetitor.

Polling yang diadakan Elon Musk menambah deretan kontroversi di platform media sosial itu.

Lingkarin.com: Tarif Content Placement 2023 Naik, Tarif Publikasi Press Release Tetap Beberapa Aplikasi Nonton Streaming Bola Terbaik Saat Ini

Setelah menjabat sebagai CEO, Musk memulihkan sejumlah akun termasuk milik mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Twitter baru-baru ini menangguhkan, lalu membuka kembali, sejumlah akun jurnalis.

Aksi Twitter itu menuai kecaman dari berbagai organisasi media dan kelompok advokasi di Eropa.

Agus Adukan Koordinator Penyidik Pidana Khusus Kejati Jateng ke KPK, Percobaan Pemerasan Rp10 M Pengelolaan Kepulauan Widi, Pemerintah Akhirnya Batalkan MoU dengan PT LII

Pada waktu yang bersamaan, Twitter melarang akun-akun yang mempromosikan media sosial kompetitor seperti Facebook.

Musk juga mengatakan dia akan mengadakan polling jika ada perubahan pada kebijakan Twitter.***