Pakar PBB: AS Harus Minta Maaf Kepada Narapidana Teluk Guantanamo

- Pewarta

Selasa, 27 Juni 2023 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM –
Pakar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), pada Senin (26/6), mengatakan bahwa perlakuan pemerintah Amerika Serikat terhadap narapidana Teluk Guantanamo kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat di bawah hukum internasional. Ia mengimbau Washington untuk meminta maaf dan memberikan ganti rugi.

“Saya mengamati bahwa setelah selama dua dekade dalam tahanan, penderitaan orang-orang yang ditahan sangat mendalam dan masih terus berlanjut,” kata Fionnuala Ni Aolain di PBB. Ia adalah pakar PBB pertama yang melakukan kunjungan resmi ke fasilitas penahanan yang terletak di Kuba tersebut.

“Setiap tahanan yang saya temui hidup dengan luka tak berkesudahan akibat praktik pemindahan, penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang yang sistematis,” ungkapnya. Ia mengatakan bahwa pengekangan yang tak semestinya dan pengawasan yang hampir terus dilakukan merupakan kekurangan yang ada saat ini.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pentagon tidak segera merespons permintaan tanggapan.

Penjara itu dibangun pada 2002 oleh mantan Presiden AS George W. Bush untuk menahan para tersangka militan asing setelah serangan 11 September 2001 ke AS. Jumlah narapidana yang ditampung terus meningkat hingga mencapai puncaknya, yaitu sekitar 800 orang, sebelum kemudian akhirnya menyusut.

Presiden AS Joe Biden mengaku ingin menutup penjara itu, namun belum menyampaikan rencana konkret untuk melakukannya. Saat ini tersisa 30 tahanan yang berada di sana.

Komentar pakar independen PBB itu menambah panjang kritik yang sebelumnya disampaikan oleh organisasi Palang Merah Internasional dan badan PBB lainnya.

“Pemerintah AS harus segera memberikan resolusi yudisial, permintaan maaf dan jaminan tidak akan mengulanginya lagi,” tambahnya.

Meski demikian, ia memuji Washington atas akses yang diberikan kepadanya. “Hanya sedikit negara yang menunjukkan keberanian seperti itu,” ungkapnya. [rd/lt]
[ad_2]

Berita Terkait

Omniluxe Hadirkan Jam Tangan Tudor Black Bay dan Black Bay 58 Original di Jakarta
IDWX: Pilihan Terbaik untuk Membeli Jam Tangan Rolex Asli di Jakarta
Cuci Tangan Pakai Sabun Tetap Efektif, Sanitizer Jadi Alternatif
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Tegaskan Indonesia Bukan Sebagai Kelinci Percobaan Vaksin TBC
Termasuk Kangkung, Inilah 5 Jenis Sayuran Berdaun Hijau yang Disarankan Dikonsumsi Saat Kondisi Hujan
Beli 4 Perlengkapan Jogging Lebih Hemat dengan Promo 11.11 di Blibli!
5 Alasan Mengapa Sunscreen Emina Aman di Kulit Berjerawat dan Patut Dicoba
Sudah Ikhtiar ke Mana-mana Namun Belum Sembuh? Gunakan BioSaver Card 5758 untuk Solusi Kesehatan Anda

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Omniluxe Hadirkan Jam Tangan Tudor Black Bay dan Black Bay 58 Original di Jakarta

Rabu, 19 November 2025 - 03:47 WIB

IDWX: Pilihan Terbaik untuk Membeli Jam Tangan Rolex Asli di Jakarta

Senin, 8 September 2025 - 07:49 WIB

Cuci Tangan Pakai Sabun Tetap Efektif, Sanitizer Jadi Alternatif

Sabtu, 10 Mei 2025 - 10:00 WIB

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Tegaskan Indonesia Bukan Sebagai Kelinci Percobaan Vaksin TBC

Senin, 16 Desember 2024 - 11:46 WIB

Termasuk Kangkung, Inilah 5 Jenis Sayuran Berdaun Hijau yang Disarankan Dikonsumsi Saat Kondisi Hujan

Berita Terbaru

Pers Rilis

Huawei Luncurkan Solusi O&M untuk Berbagai Industri

Minggu, 1 Nov 2026 - 04:56 WIB