Panglima TNI Sambut Jenazah Korban Serangan di Papua

- Pewarta

Kamis, 20 April 2023 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM –
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kamis sore (20/4) menyambut empat jenazah prajurit TNI korban serangan kelompok bersenjata di Nduga, Papua, akhir pekan lalu. Didampingi Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kasad Jendral TNI Dudung Abdurachman, Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumantri, dan sejumlah pejabat lain, ia menyambut tiga jenazah prajurit yang diturunkan dari pesawat di Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta, dan selanjutnya diterbangkan ke daerah masing-masing. Jenazah alm Pratu Ibrahim diterbangkan ke Palembang, jenazah alm Prada Sukra ke Padang, sementara jenazah alm Pratu Kurniawan diberangkatkan dengan ambulans ke Karawang, Jawa Barat.

Satu jenazah lainnya telah langsung diterbangkan dari RSUD Timika, di kabupaten Mimika, Papua, ke Solo, Jawa Tengah, untuk diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan.

Korban Tewas Bertambah

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Kav. Herman Taryaman, Rabu (19/4) mengkonfirmasi bertambahnya jumlah prajurit TNI yang gugur dalam misi penyelamatan pilot Susi Air di Nduga menjadi empat orang. Semuanya tewas ditembak oleh kelompok bersenjata pada akhir pekan lalu, namun keempat jenazah baru ditemukan pada hari Rabu.

“Tim gabungan TNI-Polri berhasil menemukan empat prajurit TNI termasuk di dalamnya Pratu Miftahul Arifin yang dalam proses pencarian dengan kondisi meninggal dunia,” kata Herman melalui keterangan resminya, seraya menambahkan “kami mohon doanya.” 

Ubah Operasi TNI, Bantah Kabar Simpang Siur Soal Jumlah Prajurit yang Tewas

Sebelumnya, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dalam keterangan pers di Lanud Yohanis Kapiyau Timika, Papua, hari Selasa (18/4) mengatakan ada 36 prajurit TNI yang diturunkan dalam operasi penyelamatan pilot Susi Air Philip Mehrtens di wilayah Nduga, yang kemudian diserang kelompok bersenjata. Dari jumlah itu empat orang masih dicari, sementara lainnya selamat.

“Dari 36 prajurit kami yang melaksanakan patroli guna mencari keberadaan pilot Susi Air. Di jalan kami dihadang oleh kelompok separatis teroris dan terjadi baku tembak,” ujarnya.

Panglima membantah kabar yang disampaikan kelompok bersenjata di Papua bahwa mereka telah membunuh sembilan prajurit TNI dan merampas senjatanya.

“Alhamdulillah kondisinya mereka sehat semua. Karena masih bisa lihat saya tuh tadi langsung bilang selamat siang panglima. Berarti masih sadar. Tadi saya jemput di sana dengan Pak Kasad. Juga malah ada yang bilang komando. Itu artinya mereka masih sadar. Alhamdulillah mudah-mudahan ini mereka bisa sehat kembali dan pulih dari luka,” paparnya.

Lebih jauh ia menyampaikan perubahan operasi TNI di wilayah itu dari “operasi territorial” menjadi “siaga tempur.”

Panglima : “Tidak Ada Penambahan Pasukan”

Menjawab pertanyaan wartawan, Yudo Margono menggarisbawahi meskipun ada perubahan operasi, tidak akan ada penambahan pasukan. “Pasukan yang ada ini adalah pasukan rotasi. Pasukan ini yang termasuk pasukan sudah hampir setahun bertugas. Tentunya ini akan kita tarik kita rotasi pasukan yang baru,” tambahnya.

TPNPB-OPM Mengaku Bertanggungjawab

Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, kepada LINGKARIN.COM mengaku bertanggung jawab atas serangan di Nduga itu. Penyerangan itu dilakukan pihaknya di bawah komando Perek Jelas Kogeya.

“Dia pimpinan komandan batalion Mugi TPNPB Kodam III Ndugama Derakma, Papua,” ujarnya.

Ditanya soal perubahan operasi TNI di Nduga, Sebby Sambom mengatakan pihaknya tidak takut.

“Operasi apa pun. Kirim pasukan model apa saja. Mau pasukan setan, pasukan laba-laba, pasukan kelelawar, pasukan tengkorak; kami TPNPB-OPM dengan rakyat Papua tidak panik. Karena bagi kami, prinsip kami, TNI-Polri yang datang ke Papua itu adalah pencuri, perampok dan teroris,” tegasnya. [em/ab]
[ad_2]

Berita Terkait

Omniluxe Hadirkan Jam Tangan Tudor Black Bay dan Black Bay 58 Original di Jakarta
IDWX: Pilihan Terbaik untuk Membeli Jam Tangan Rolex Asli di Jakarta
Cuci Tangan Pakai Sabun Tetap Efektif, Sanitizer Jadi Alternatif
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Tegaskan Indonesia Bukan Sebagai Kelinci Percobaan Vaksin TBC
Termasuk Kangkung, Inilah 5 Jenis Sayuran Berdaun Hijau yang Disarankan Dikonsumsi Saat Kondisi Hujan
Beli 4 Perlengkapan Jogging Lebih Hemat dengan Promo 11.11 di Blibli!
5 Alasan Mengapa Sunscreen Emina Aman di Kulit Berjerawat dan Patut Dicoba
Sudah Ikhtiar ke Mana-mana Namun Belum Sembuh? Gunakan BioSaver Card 5758 untuk Solusi Kesehatan Anda

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Omniluxe Hadirkan Jam Tangan Tudor Black Bay dan Black Bay 58 Original di Jakarta

Rabu, 19 November 2025 - 03:47 WIB

IDWX: Pilihan Terbaik untuk Membeli Jam Tangan Rolex Asli di Jakarta

Senin, 8 September 2025 - 07:49 WIB

Cuci Tangan Pakai Sabun Tetap Efektif, Sanitizer Jadi Alternatif

Sabtu, 10 Mei 2025 - 10:00 WIB

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Tegaskan Indonesia Bukan Sebagai Kelinci Percobaan Vaksin TBC

Senin, 16 Desember 2024 - 11:46 WIB

Termasuk Kangkung, Inilah 5 Jenis Sayuran Berdaun Hijau yang Disarankan Dikonsumsi Saat Kondisi Hujan

Berita Terbaru

Pers Rilis

Huawei Luncurkan Solusi O&M untuk Berbagai Industri

Minggu, 1 Nov 2026 - 04:56 WIB