LINGKARIN.COM – Polri mulai memgidentifikasi adanya peningkatan pendapat pro dan kontra pendukung Capres 2024.
Polri menyebut perbedaan pendapat itu terkait calon Presiden jelang Pemilu 2024 sudah mulai ramai di media sosial dengan intensitas yang semakin meningkat.
Demikian info yang disampaikan berdasarkan patroli siber yang dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri Kombes Pol Reinhard Hutagaol.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beda Sikap dengan Pemerintah dan 8 Partai Politik, PDIP Dukung Proporsional Tertutup di Pemilu Peran Intelektual Muda/Mahasiswa Sebagai Episentrum Gerakan dalam Mencerdaskan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
“Memang kita dari patroli siber sudah mengidentifikasi ada peningkatan daripada ya artinya komen-komen yang pro dan kontra,” ujar Kombes Pol Reinhard Hutagaol.
Meski begitu, pihaknya tidak bisa bertindak lebih jauh seperti pemblokiran konten provokatif karena bukan ranah kewenangan.
Namun, terkait hal tersebut, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Temuan PPATK Aliran Dana Rp1 Triliun ke Politikus, Polri Buka Peluang untuk Pengusutan Prabowo Puji Menantu Jokowi, Kota Medan Makin Maju Sejak Dipimpin Bobby Nasution
“Jadi kita tidak bekerja sendiri, terutama dengan Kominfo yang memang punya otoritas untuk memblokir konten,” ucapnya.
Selain itu, Polri juga sedang mencari cara untuk melakukan pencegahan terjadinya politik identitas.
Sebab pihaknya perlu berhati-hati karena apabila langsung bertindak dapat dituduh perihal kebebasan berpendapat.
Pengacara Senior Hartono Ajukan Gugatan Perlawanan Eksekusi Lelang Apartemen Robinson Ini Kata Gibran Rakabuming Soal Pemilihan Gubernur Tahun Depan, Usai Bertemu Prabowo
“Kita tetap harus berhati-hati dalam masalah ini, kalau kita terlalu straight juga kita akan dituduh mengekang kebebasan berpendapat.”
“Jadi kita cari yang alternatif juga dalam hal ini,” tandasnya, kepada wartawan, dikutip Sabtu, 28.Januari 2023.***










