LINGKARIN.COM – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Bulan Bintang (PBB) Dwianto Ananias mangatakan bahwa partainya bersepakat akan mengusung Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra untuk maju sebagai calon presiden ataupun calon wapres pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal tersebut, kata dia, sebagaimana keinginan dari para kader PBB saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Musyawarah Dewan Partai PBB pada Rabu 11 Januari 2023, yang disebutnya akan segera dilakukan pembahasan dan ditindaklanjuti oleh DPP PBB dalam rapat harian.

“Jadi saat rakornas kemarin itu semua yang hadir menginginkan Pak Yusril dicalonkan Partai Bulan Bintang sebagai capres ataupun cawapres.”

Plt Ketum PPP Mardiono: Kuota untuk Calon Legislatif Semua Tingkatan Sudah Lengkap

Istanbul Syriac Kadim Foundation Kecam Pembakaran Al Quran di Stockholm

“Jadi Partai Bulan Bintang sepakat dalam satu komando mencalonkan Pak Yusril maju capres-cawapres,” kata Dwianto, di Jakarta, Jumat 20 Januari 2023.

Namun, Dwianto mengatakan untuk dapat mengusung capres ataupun cawapres, maka PBB harus mencari kendaraan dengan berkoalisi untuk dapat memenuhi persyaratan ambang batas 20 persen.

“Soal koalisi, itulah komunikasi politik yang sedang dibangun itu ke mana nanti, karena kami kan enggak bisa calonkan sendiri, jadi perlu koalisi,” ujarnya pula.

Said Aqil Siroj Kutuk Keras Aksi Pembakaran Kitab Suci Al Quran di Stockholm, Swedia

Medsos untuk Sebarkan Konten Provokatif, Seorang Terduga Teroris Ditangkap di Sleman

Ia pun menyebut saat ini Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Afriansyah Noor sedang menjajaki komunikasi dengan Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto untuk membahas kemungkinan koalisi.

“Itu komunikasi politik kan dibangun, dengan sesama Sekjen, Mas Hasto sama Sekjen kita (Afriansyah),” ujarnya pula.

Terkait hasilnya, Dwianto mengatakan PBB masih akan menunggu keputusan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Ongkos Haji Naik: Mengapa Mau Ibadah Kok Dipersulit tapi Investor Asing Dipermudah?

Mengapa Jaksa Penuntut Umum Tak Tuntut Hukuman Mati untuk Ferdy Sambo?

“Ya mudah-mudahan ini semua kan bagaimana Ibu Mega, kita tunggu nanti respons dari PDIP, tapi komunikasi sudah dibangun dari sekarang,” ujarnya lagi.

Di luar PDIP, Dwianto mengatakan PBB belum menjalin komunikasi dengan partai politik (parpo) lain terkait kemungkinan koalisi.

“Kami belum ada komunikasi dengan yang lain,” katanya pula.

Presiden Jokowi dan Sejumlah menteri Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2023

Muhaimin Iskandar: Partai Kebangkitan Bangsa Konsisten Hapuskan Diskriminasi

Ia menyinggung pula dukungan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat acara Rakornas PBB apabila Yusril maju sebagai capres atau cawapres pada Pilpres 2024 sebagai modalitas kuat bagi partainya.

“Sinyal dari Presiden itu saya kira sinyal yang bagus juga, karena Presiden melihat kualitas dan kemampuan Pak Yusril,” katanya lagi.

Menurutnya, dengan pengalaman Yusril yang pernah tiga kali menjabat sebagai menteri serta memiliki kompetensi kepakaran dalam hukum tata negara yang baik, maka kapabilitasnya tidak perlu diragukan lagi untuk membawa pemerintahan Indonesia yang lebih baik ke depannya.

Negara dengan Populasi Muslim Terbesar di Dunia, Aset Perbankan Syariah Indonesia Perlu Ditingkatkan

Densus 88 Tangkap 3 Orang Tersangka Tindak Pidana Terorisme di Jakarta dan Banten

“Sayang kalau orang seperti beliau itu tidak memberikan kontribusi dalam pemerintahan ini,” kata Dwianto.

Sebelumnya, Rabu (11/1), Presiden Jokowi menyatakan siap memberikan dukungan apabila Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra maju sebagai calon presiden atau wakil presiden pada Pemilu 2024.

“Kalau menyimak apa yang disampaikan Prof Yusril tadi dengan pengalaman beliau yang sangat panjang, saya mendukung lho, kalau Prof Yusril pada 2024 nanti dicalonkan jadi presiden atau wakil presiden,” kata Jokowi saat menghadiri Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional dan Musyawarah Dewan Partai PBB di Jakarta.***