Percobaan Pemerasan Sebesar Rp10 Miliar, Agus Hartono Adukan Putri Ayu Wulandari ke KPK

- Pewarta

Kamis, 15 Desember 2022 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM  – Pengusaha asal Semarang, Agus Hartono, mengadukan Koordinator Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng).

Yaitu Putri Ayu Wulandari ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan percobaan pemerasan sebesar Rp10 miliar.

“Surat pengaduan per tanggal 9 Desember 2022 resmi kami layangkan ke KPK,” kata kuasa hukum Agus Hartono, Kamaruddin Simanjuntak kepada wartawan.

Korupsi Pengesahan APBD, KPK Kembali Periksa Wakil Bupati Pamekasan Fattah Jasin Kapolri Kumpulkan 34 Kapolda di Jakarta, Antisipasi dan Koordinasi Kamtibmas 2023

“Ini karena penanganan di Jamwas Kejagung sudah sebulan namun belum ada keputusan,” Kamis, Kamis, 15 Desember 2022.

Kamaruddin Simanjuntak menyampaikan, aduan ke KPK dilakukan karena melihat perkembangan pemeriksaan perkara.

Dugaan percobaan pemerasan yang dialaminya tidak jelas dan pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) terkesan menutup diri.

Untungkan Produsen Kendaraan EV, Rencana Subsidi Pembelian Kendaraan Listrik Salah Sasaran Dukung Indonesia Komersialisasi Riset dan Inovasi, ADB Setujui Pinjaman 138,52 Juta Dolar AS

Tak hanya Kejagung, pihak Kejati Jawa Tengah juga selalu bungkam dan menghindar memberi penjelasan kepada awak media.

Karenanya, Kamaruddin meminta KPK turut melakukan penanganan atau mengambil alih, agar dalam mengambil keputusan tidak terganggu tendensi apapun.

“KPK di pihak yang netral sehingga tepat jika masuk dalam penanganan perkara percobaan pemerasan yang dilakukan oknum jaksa nakal di Kejati Jawa Tengah,” bebernya.

Termasuk Tak Bisa Geledah Jakpro, KPK ungkap Sejumlah Kendala Selidiki Kasus Formula E Jamwas Angkat Bicara Soal Jaksa Nakal Kejati Jateng: Jika Terbukti Kita Tindak Tegas

Jadi Tersangka Karena Tak Penuhi Permintaan Rp 19 Miliar

Dalam aduannya, Kamaruddin mengungkapkan, kliennya awalnya diperiksa sebagai saksi dalam dugaan tindak pidana korupsi.

Pada pemberian kredit sejumlah bank ke PT Citra Guna Perkasa, PT Harsam Indo Visitama dan PT Seruni Prima Perkasa.

Pernikahan Kaesang – Erina, Jokowi: Pekerjaan dan Tugas Administrasi Kenegaraan Tak Boleh Tertunda Bom Bunuh Diri Astanaanyar, Polisi: Pelaku Bawa 2 Bom di Depan dan Belakang Badan

Kemudian terbit 2 surat perintah penyidikan yaitu Print-07/M.3/Fd.2/06/2022, atas dugaan tindak pidana korupsi.

Aras pemberian fasilitas kredit oleh PT Bank Mandiri (persero) tbk. kepada PT Citra Guna Perkasa dan PT. Harsam Indo Visitema.

Dan, Print-09/M.3/Fd.2/06/2022, atas dugaan tindak pidana korupsi atas pemberian fasilitas kredit oleh PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten kepada PT. Seruni prima perkasa.

Pernikahan Kaesang – Erina, Polda Jateng Siapkan Sebanyak 12 Titik Pelayanan Kesehatan Kejagung: Jaksa Kejati Jateng Akan Dipidana, Bila Terbukti Lakukan Pemerasan

“Pada 20 Juli 2022, Agus Hartono diperiksa sebagai saksi dan diminta menghadap ke jaksa Putri Ayu Wulandari.”

“Dan menyampaikan jika tidak ingin jadi tersangka agar memberikan uang Rp 5 miliar per SPDP. Karena ada 2 SPDP, maka totalnya Rp 10 miliar,” ungkapnya.

Namun karena tidak memenuhi permintaan uang tersebut, Agus Hartono akhirnya ditetapkan sebagai tersangka untuk dua perkara berdasarkan surat penetapan tersangka yang dikeluarkan pada 25 Oktober 2022.

Penetapan tersangka Agus Hartono atas dugaan korupsi pada pemberian kredit dari Bank Mandiri ke PT Citra Guna Perkasa dan PT Harsam Indo Visitama akhirnya digugat ke praperadilan.

Hakim PN Semarang mengabulkan permohonan dan menyatakan penetapan tersangka tidak sah.

“Atas serangkaian perbuatan yang dilakukan para oknum jaksa Kejati Jawa Tengah itu, kemudian kami laporkan ke KPK,” ujarnya.

Dalam laporannya, para jaksa nakal, khususnya Putri Ayu Wulandari diduga melanggar Pasal 12 huruf e Undang-undang No. 20 tahun 2001.

Tentang perubahan atas Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kemudian, Pasal 423 KUHP yang isinya pegawai negeri yang dengan maksud menguntungkan dirinya sendiri atau orang lain dengan melawan hak.

Memaksa seseorang dengan sewenang-wenang memakai kekuasaannya, supaya memberikan sesuatu

Melakukan sesuatu pembayaran, memotong sebagian dalam melakukan pembayaran, dihukum penjara selama-lamanya 6 tahun.

“Kemudian Pasal 421 KUHP, yang mana seorang pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan memaksa seseorang untuk melakukan.”

“Tidak melakukan atau memberikan sesuatu, diancam pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan,” tuturnya.

Aduan atau laporan dan sangkaan pasal tersebut bukan tanpa dasar. Kamaruddin mengungkapkan, selama kliennya ditetapkan sebagai tersangka.

Telah mengalami kerugian yang besar. Baik secara materiil maupun imateriil.

Diadukan ke KPK, Kapuspemkum: Silahkan Saja

Kepala Pusat Peneranga Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana yang dihubungi terkait aduan Agus Hartono  ke KPK menyatakan pihaknya tidak takut.

“Silahkan mas, tidak masalah,” ujarnya kepada media.

Kasus dugaan pemerasan oknum jaksa nakal Kejati Jateng, oleh Agus Hartono telah dilaporkan ke Jaksa Agung ST Burhanudin sejak 15 Nopember 2022.

Tetapi sampai berita ini dimuat pihak Kejagung belum juga menyampaikan hasil laporannya.

Padahal sebelumnya ditegaskan Kaispenkum Ketut Sumedana pihaknya akan terbuka kepada media.

“Kalau saya belum dapat hasil (laporan)-nya, apa yang mau saya omongkan. Hasilnya saya belum dapat,” jawabnya.

Ketika ditanya lebih jauh terhadap pengaduan Agus Hartono ke KPK, dengan nada enteng Ketut Sumedana menjawab, “Tidak masalah.”

Ketut malah justru balik bertanya. “Yang masalah apanya?” tukasnya.

Ketut menyatakan haknya Agus Hartono untuk mengadukan kasusnya itu kemanapun.

“Haknya dia..masak kita menghalangi orang mau lapor. Laporkan kemana aja gak masalah,” ujarmya.

Ketut mengaku tidak takut karena penyidik Kejagung profesional jalankan tugasnya.

“Kalau terbukti kita gak akan melindungi siapapun kok. Kan, Jaksa Agung bilang, kalau terbukti (oknum jaksa nakal) akan ditindak tegas,” tegas Ketut.

“Silahakan dilaporkan kemana saja. Kalau dia terbukti kita yang menindak.”

“Kalau pihak lain (KPK) mau menindak silahkan, kalau ada unsur pidananya,” ujar Ketut Sumedana menutup percakapan. ***

Berita Terkait

Sebanyak 14 Orang Meninggal Dunia Akibat Tertimbun Tanah Longsor di Tana Toraja, Sulawesi Selatan
Sungai Way Padang Ratu Meluap Akibatkan Sebanyak 338 KK Terdampak Banjir Pesawaran, Lampung
Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Prabowo Subianto Halal Bihalal bersama Gibran dan Kerabat di Kertanegara
Setidaknya 6 Menteri Kabinet Jokowi Bersilaturahmi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri
Jasasiaranpers.com Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Tewaskan 12 Orang Penumpang Grand Max di Jakarta – Cikampek, Ini Kronologi Kecelakaan Lalu Lintasnya
Saksikan Penyerahan Bantuan untuk Warga di Halaman Istana Bogor, Presiden Jokowi Bagi-bagi Sembako
2 Kecamatan Terdampak, Petugas Gabungan Bersihkan Material Pascabanjir Bandang Agam, Sumbar
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 09:05 WIB

Sebanyak 14 Orang Meninggal Dunia Akibat Tertimbun Tanah Longsor di Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Sabtu, 13 April 2024 - 13:30 WIB

Sungai Way Padang Ratu Meluap Akibatkan Sebanyak 338 KK Terdampak Banjir Pesawaran, Lampung

Kamis, 11 April 2024 - 07:57 WIB

Setidaknya 6 Menteri Kabinet Jokowi Bersilaturahmi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri

Rabu, 10 April 2024 - 08:50 WIB

Jasasiaranpers.com Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Senin, 8 April 2024 - 15:35 WIB

Tewaskan 12 Orang Penumpang Grand Max di Jakarta – Cikampek, Ini Kronologi Kecelakaan Lalu Lintasnya

Senin, 8 April 2024 - 10:37 WIB

Saksikan Penyerahan Bantuan untuk Warga di Halaman Istana Bogor, Presiden Jokowi Bagi-bagi Sembako

Sabtu, 6 April 2024 - 10:37 WIB

2 Kecamatan Terdampak, Petugas Gabungan Bersihkan Material Pascabanjir Bandang Agam, Sumbar

Sabtu, 6 April 2024 - 07:38 WIB

Istana Tanggapi Soal Usulan Hadirkan Presiden Jokowi ke Sidang Sengketa Pilpres 2024 di MK

Berita Terbaru