LINGKARIN.COM – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan sistem pemilihan proporsional terbuka saat ini sudah tepat diterapkan dalam pemilu di Indonesia.

JK menambahkan yang perlu dihindari adalah dampak negatif dari penerapan sistem pemilu proporsional terbuka itu.

“Timbul negatifnya yang (pemilu proporsional) terbuka itu, jeruk makan jeruk.”

CEK FAKTA: Beredar Kabar PDI Perjuangan Calonkan Ganjar Pranowo – Ahok untuk Pilpres 2024 Dinamika Politik 2023 yang Jadi Langkah Pembuka Menuju Persiapan Pemilu 2024

“Jadi, sudah benar itu terbuka, yang harus dihindari soal negatifnya itu,” kata JK, di Jakarta, Senin 9 Januari 2023.

Menurut JK, dia merupakan pihak yang dahulu mengusulkan perubahan sistem pemilu dari proporsional tertutup menjadi terbuka supaya masyarakat mengetahui sosok calon pemimpin pilihannya.

“Dulu kan tertutup ya; yang pertama kali mengusulkan terbuka, saya. Itu supaya orang mengetahui siapa yang dia pilih,” ujarnya pula.

PKB Tolak Sistem Proporsional Tertutu, Muhaimin: Pangkas Hak kompetisi Peserta Pemilu Relawan Nasional Ajak Pemilih Milenial Lihat Rekam Jejak Kepemimpinan Anies Baswedan

Selain itu, penerapan sistem pemilu proporsional terbuka juga membuat calon berupaya melakukan kampanye supaya memperoleh suara dari pemilih.

“Kalau tertutup, calon cenderung tidak berkampanye, partai yang berkampanye.”

“Jadi, segala kegiatan oleh partai, yang paling sulit menentukan nomor-nomor (urut calon),” ujar JK.

Salah Satunya Lukas Enembe, KPK Umumkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Suap Proyek Infrastruktur Sistem Pemilu 2024, Mahkamah Konstitusi Diminta Konsisten dengan Keputusan Judicial Review 2009

Sementara itu, Mahkamah Konstitusi (MK) menerima gugatan uji materi (judicial review) terhadap Pasal 168 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, terkait sistem proporsional terbuka.

Delapan fraksi telah menyatakan penolakan terhadap sistem pemilu proporsional tertutup, yakni Partai Golkar, PKB, Partai Demokrat, PPP, Partai NasDem, PAN, dan PKS; sementara PDI Perjuangan menjadi satu-satunya partai yang mendukung penerapan sistem pemilu proporsional tertutup.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Lingkarin.com, semoga bermanfaat.

Tak Ingin dan Tak Perlu Ikut Campur, Gerindra; Resuffle Merupakan Kewenangan Penuh Presiden Politisi PAN Intan Fauzi: Sistem Proporsional Terbuka Masih Relevan untuk pemilu 2024