LINGKARIN.COM – Wakil Sekjen PBNU Sulaeman Tanjung menyesalkan pernyataan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur Abdussalam Shohib yang menyatakan puncak Hari Lahir Nahdlatul Ulama ditunggangi kepentingan politik.
“Salam Shohib (Abdussalam Shohib) itu Pengurus Wilayah NU Jatim,” kata Sulaeman dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 2 Januari 2023.
“Harusnya ikut mengayubagyo, cancut taliwondo bergotong royong membantu kepanitiaan harlah, bukan malah menyerang kiri kanan,”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan Jatuh pada 23 Maret 2023
Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa Bisa Jadi Penyebab Konflik Sosial Nasional dari Desa
Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan, Abdussalam Shohib menyerang Ketua SC 1 Abad NU Erick Thohir karena memasang spanduk selamat Harlah NU.
Salam Shohib yang merupakan pakde dari Ketum PKB Muhaimin Iskandar ini menilai bawah pemasangan spanduk Erick Tohir tidak relevan.
Sebagai Ketua SC, menurut Sulaeman, wajar Erick Thohir memasang spanduk ucapan selamat harlah. Apalagi, Erick juga warga NU dan bahkan menjadi anggota Banser.
Bicara Soal Mantan Narapida yang Maju di Pemilu 2024, Perludem: Bertentangan dengan UUD
Wakil Presiden Ma’ruf Amin Komentari Kabar Larangan Penggunaan Jilbab bagi Pramugari
“Erick itu Ketua SC, kader Banser bersertifikat. Mosok enggak boleh ngasih selamat datang,” kata Sulaeman.
“Justru yang harus disesalkan itu, Salam Shohib ini pengurus PWNU tuan rumah puncak harlah, tetapi cuma nonton dan sibuk kecam sana sini.”
Menurut dia, yang harus dikecam mestinya orang-orang yang memanfaatkan Nahdlatul Ulama dan nama besar Gus Dur.
PP Dewan Masjid Indonesia Tolak Penggunaan Masjid untuk Kampanye Politik Praktis
Plt.Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono Silaturahmi ke Dayah Modern Tgk Chiek Oemar Diyan
Namun, kenyataannya malah menjelek-jelekkan NU dan juga mengkhianati Gus Dur.
“Yang harus dikecam itu yang jualan Gus Dur, tetapi dia mengkhianati Gus Dur, bahkan menyingkirkannya. Jualan NU tetapi suul adab pada PBNU,” ujar Sulaeman.
Ditunggangi kepentingan politik
Sosialisasi Calon Presiden di Bulan Ramadhan, Muhaimin Beber Keistimewaannya
DPR Tolak Rencana kenaikan Biaya Perjalanan Ibadah Haji, Achmad: Memberatkan Masyarakat
Banyaknya gambar Menteri BUMN Erik Thohir di Surabaya dan Sidoarjo sebagai Ketua Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) akhirnya mendapat sorotan serius dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
Wakil Ketua PWNU Jatim, Abdussalam Shohib mengatakan, baliho Erik Thohir tercium aroma politis, dan menyesalkan sikap tersebut karena mencatut nama NU untuk mensosialkan diri. Apalagi saat ini sudah memasuki tahun politik.
“Tentu Kami Menyesalkan. Jangan sampai gelaran satu abad ditumpangi penumpang gelap menjelang pilpres,” kata Abdussalam, Kamis 2 Desember 2023.
Situs Berita Lingkarin.com Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2023
Modus Pura-pura Tanya Alamat, Penjual Durian Ditodong Senjata Tajam di Jaksel Viral di Medsos
Menurut Gus Salam sapaan akrabnya, NU adalah ormas besar yang didirikan oleh para sesepuh bangsa.
Oleh karenanya, jika nama NU dimanfaatkan hanya untuk kepentingan politik, itu seperti merendahkan NU dan para pengikutnya.
“Sangat tidak etis dan merendahkam marwah jamiyyah,” tegasnya.
Sebagai warga NU, pihaknya tegas mengakui ketersinggungannya kepada Erik Thohir yang memanfaatkan kebesaran panggung NU hanya untuk segelintir kelompok.
“Tolong jangan jadikan resepsi Satu Abad NU yang sakral ini sebagai papan iklan untuk BUMN dan menterinya.Kami Warga NU merasa tersinggung,” katanya.
Tidak hanya itu, pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang inipun meminta PBNU tegas dengan mengerahkan para Bansernya untuk membersihkan penumpang gelap hanya demi kepentingan sesaat.
“Sebaiknya PBNU memerintahkan Banser dan Pagar Nusa untuk membersihkan Banner yang tidak berizin dan liar di sekeliling area resepsi satu abad.”
“Agar kesakralan acara ini tetap terjaga dan Nahdliyyin yang hadir merasa nyaman,” katanya.***














