Termasuk KH. Bisri Syansuri, Inilah Profil 3 Pendiri NU yang Didukung Jadi Pahlawan Nasional

- Pewarta

Minggu, 29 Januari 2023 - 04:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM – DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Surabaya mendukung tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) sebagai Pahlawan Nasional.

Ketua DPC PPP Surabaya Ali Mahfud di Surabaya, Jumat, 27 Januari 2023, mengatakan selain sejumlah tokoh pendiri NU yang sudah bergelar Pahlawan Nasional.

Namun ada tiga tokoh di antaranya yang belum mendapatkan gelar yakni KH. Bisri Syansuri, KH. Ridwan Abdullah dan KH. Mas Alwi Abdul Aziz.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengarah ke Tindakan Genosida, Fadli Zon Kutuk Keras Penembakan Warga Palestina di Jenin

Pimpinan Ponpes Cipasung Minta agar PPP Terus Berjuang dengan Penuh Keikhlasan

1. KH. Bisri Syamsuri

“KH. Bisri Syamsuri tercatat sebagai salah satu tokoh pendiri NU pada 1926 di Surabaya,” kata Ali.

Kiai kelahiran Pati, 1886 itu, pernah menjabat sebagai wakil Rais Aam dan Rais Aam sejak 1972 hingga akhir hayatnya.

Kutuk Pembakaran dan Penyobekan Al-Quran, Menag: Itu Teror dan Ekstremitas yang Merusak Harmoni

Himbau Umat Islam Galang Solidaritas, KAHMI Kutuk Keras Pembakaran Kitab Suci Al-Qur’an

KH Bisri juga terjun ke dunia politik, diawali dengan menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) mewakili Masyumi.

Lalu, pernah menjadi anggota Dewan Konstituante dan menjadi Ketua Majelis Syuro PPP.

“Kemudian, hasil Pemilu 1971 mengantarkannya duduk sebagai anggota DPR dari NU,” ujar dia.

DPR Minta Rapat Gabungan Terkait Kasus Sengketa Konsumen dengan Pengembang Mega Proyek Meikarta

Usulan Tidak Tepat, Pemerintah Harus Kaji Ulang Rencana Kenaikan Biaya Ibadah Haji

Ali menyampaikan, KH Bisri dan NU menolak RUU besutan pemerintahan orde baru tentang perkawinan.

Sebab, kata dia, kala itu isi RUU tersebut dinilai terlalu jauh dengan ketentuan-ketentuan agama Islam.

KH Bisri menuntut perubahan atau penghapusan RUU Perkawinan pada masa awal orde baru.

Indonesia Harus Bersikap Tegas Terkait Tindak Pembakaran Al Quran di Stockholm, Swedia

Kasus Pembunuhan Berantai, Penahanan Dede Solehudin Dipisahkan Usai Jalani Perawatan

Perjuangannya berhasil menghapus atau mengganti sekitar 10 pasal RUU Perkawinan.

“Jasa kakek dari Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid itu untuk bangsa ini sangat besar.

Karena itu, saya sangat setuju agar beliau dimasukkan dalam daftar pahlawan nasional,” kata Ali.

Royale Hijab Blue Sapphire Ajak Ladies Rasakan Inspirasi Wangi Para Bangsawan dalam Diri Mereka

Begini Tanggapan Presiden Jokowi Terkait Soal Kenaikan Biaya Perjalanan Ibadah Haji

Untuk PPP, Ali menyampaikan, Kiai Bisri pun pernah menjadi pengurus partai. Saat itu, posisi yang didudukinya majelis syuro.

Lambang PPP menjadi warisan dari KH. Bisri. Karir politik di parlemen pun juga moncer. Dia pernah menjadi anggota DPR sampai 1980.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga menyatakan dukungannya terhadap pengajuan sosok KH M. Bisri Syansuri sebagai pahlawan nasional.

Hal itu disampaikan mantan Menteri Sosial tersebut dalam momen Haul KH M Bisri Syansuri ke-44, Nyai Hj Nur Khodijah ke-74, dan Harlah Pondok Pesantren (PP) Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang.

2. KH. Ridwan Abdullah

Selain KH Bisri, pendiri NU yang lain seperti KH. Ridwan Abdullah merupakan pencipta logo NU juga perlu diusulkan mendapatkan gelar sebagai pahlawan nasional.

Kiai Ridwan mulai merancang dan membuat lambang NU yang didirikan pada tahun 1926 M itu.

3. KH. Mas Alwi Abdul Aziz

Sedangkan KH. Mas Alwi Abdul Aziz adalah salah satu pendiri NU bersama Kiai Abdul Wahab Hasbullah dan Kiai Ridlwan Abdul dan lainnya.

Ketiganya bergerak secara aktif sejak NU belum didirikan. Beliaulah yang pertama mengusulkan nama Nahdlatul Ulama.

Kiai Mas Alwi merupakan putra Kiai besar kala itu, yaitu KH. Abdul Aziz yang masuk dalam keluarga Ampel, Surabaya.

Beliau pernah belajar di Pesantren Syikhona Kholil Bangkalan, Madura. Kemudian melanjutkan ke Pondok Pesantren Siwalan Panji, Sidoarjo lalu kemudian di Mekkah.

“Mengingat peran serta beliau bersama sama pendiri NU lainnya berjuang mendirikan bangsa dan negara ini.”

“Kami berharap pemerintah memberikan gelar Pahlawan kepada seluruh muassis (pendiri) NU,” kata dia.***

Berita Terkait

Jalan Panjang Menjaga Harga Beras, Bantuan Pangan Jadi Tumpuan
Mencegah Penimbunan, Bulog dan Pemda Kawal Distribusi Beras SPHP Nasional
Indonesia Menuju APBN Sehat: Prabowo Tawarkan Jalan Tanpa Defisit
Misteri Kematian Diplomat Muda: Prabowo Serukan Penyelidikan Menyeluruh
Mohamad Riza Chalid Bebas, Rakyat Cuma Bisa Teriak di Medsos
Topan Ginting Tersandung Senpi & Suap, Bobby Nasution Angkat Suara!
Uhud Tour di Balik Kasus Haji? KPK Dalami Peran Khalid Basalamah
Polemik Chromebook 2019–2022: Nadiem Dipanggil, Kajian Teknis Diduga Direkayasa untuk Menangkan Vendor Tertentu

Berita Terkait

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:59 WIB

Jalan Panjang Menjaga Harga Beras, Bantuan Pangan Jadi Tumpuan

Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:53 WIB

Mencegah Penimbunan, Bulog dan Pemda Kawal Distribusi Beras SPHP Nasional

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 07:50 WIB

Indonesia Menuju APBN Sehat: Prabowo Tawarkan Jalan Tanpa Defisit

Sabtu, 26 Juli 2025 - 10:07 WIB

Misteri Kematian Diplomat Muda: Prabowo Serukan Penyelidikan Menyeluruh

Jumat, 18 Juli 2025 - 09:30 WIB

Mohamad Riza Chalid Bebas, Rakyat Cuma Bisa Teriak di Medsos

Berita Terbaru

Pers Rilis

Jack Technology Luncurkan SmartLink Master di Vietnam

Rabu, 24 Jun 2026 - 05:08 WIB