Korsel Batalkan Rencana Peluncuran Satelit Karena Alasan Teknis

- Pewarta

Rabu, 24 Mei 2023 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Korea Selatan membatalkan rencana peluncuran satelit tingkat komersial pertamanya pada Rabu (24/5) karena masalah teknis, beberapa hari setelah saingannya Korea Utara menegaskan kembali peluncuran satelit mata-mata militer pertamanya ke orbit.

Pembatalan itu diumumkan sekitar dua jam sebelum kendaraan peluncur antariksa Nuri buatan Korea Selatan yang membawa delapan satelit – termasuk yang utama, kelas komersial – dijadwalkan lepas landas dari fasilitas peluncurannya.

Oh Tae-seok, wakil pertama menteri sains, mengatakan pada konferensi pers yang disiarkan televisi bahwa anomali komunikasi antara komputer kendali peluncuran dan komputer kendali landasan peluncuran ditemukan selama proses persiapan peluncuran. Ia mengatakan Korea Selatan akan mempertimbangkan penjadwalan ulang peluncuran paling cepat Kamis, jika pihak berwenang memperbaiki masalah teknis lebih awal.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rencana peluncuran satelit Korea Selatan telah diawasi dengan ketat oleh pihak luar, termasuk Korea Utara.

Pekan lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meninjau satelit mata-mata yang telah selesai dan menyetujui rencana aksi peluncurannya di masa depan. Selama kunjungannya ke badan kedirgantaraan negara itu, Kim juga menyebutkan kepentingan strategis satelit mata-mata itu sewaktu berjanji untuk bertahan melawan “gerakan konfrontatif” pasukan Korea Selatan dan AS, menurut media pemerintah. Sejauh ini ketegangan di Semenanjung Korea tetap tinggi.

Sejak awal tahun 2022, Korea Utara telah meluncurkan uji coba lebih dari 100 rudal — beberapa di antaranya senjata berkemampuan nuklir yang dirancang untuk menyerang Korea Selatan dan AS — dalam apa yang disebut sebagai upaya untuk menanggapi perluasan latihan militer antara Amerika Serikat. dan Korea Selatan. Sejumlah analis mengatakan uji coba Korea Utara kemungkinan besar dimaksudkan untuk menekan para pesaingnya untuk mengurangi pelatihan militer mereka dan melonggarkan sanksi ekonomi terhadap Korea Utara.

Jung Chang Wook, kepala lembaga think tank Forum Studi Pertahanan Korea di Seoul, mengatakan dorongan Korea Utara baru-baru ini untuk peluncuran satelit mata-mata menunjukkan bahwa mereka sangat peduli dengan program peluncuran satelit Korea Selatan.

Para pejabat Korea Selatan mengatakan peluncuran satelit tingkat komersial mereka tidak memiliki tujuan militer. Tetapi banyak ahli mengatakan itu pada akhirnya akan membantu Korea Selatan memperoleh teknologi dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengoperasikan satelit pengawasan militer dan membangun rudal yang lebih kuat.

Korea Selatan sudah memiliki rudal yang menempatkan seluruh Korea Utara dalam jarak serang. Tetapi Jung mengatakan Korea Selatan membutuhkan rudal jarak jauh untuk mempersiapkan ancaman keamanan di masa depan yang dapat ditimbulkan oleh musuh potensial seperti China dan Rusia. [ab/uh]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru