Kapal-Kapal China Abaikan Desakan Vietnam untuk Tinggalkan Daerah Dekat Ladang Gas Rusia

- Pewarta

Jumat, 26 Mei 2023 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Sebuah kapal riset China dan lima kapal pengawalnya Jumat (26/5) berada di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Vietnam, dekat dengan blok-blok gas yang dioperasikan perusahaan Rusia di Laut China Selatan, sehari setelah Vietnam mendesak kapal-kapal itu untuk pergi.

Kapal China Xiang Yang Hong 10 mulai beroperasi di ZEE Vietnam pada 7 Mei. Ini merupakan inkursi paling signifikan sejak 2019, kata Ray Powell, yang memimpin Proyek Myoushu di Laut China Selatan di Universitas Stanford.

Ia mengatakan perilaku China dan reaksi Vietnam merupakan “eskalasi yang mengkhawatirkan.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

China mengklaim sebagian besar perairan Laut China Selatan yang kaya sumber daya, termasuk daerah-daerah yang berada di dalam ZEE Vietnam.

Kebuntuan pada tahun 2019 berlangsung selama tiga bulan lebih dan sebagian besar menarget blok yang ketika itu dioperasikan oleh perusahaan minyak Rusia Rosneft. Kurang dari dua tahun setelah itu, Rosneft menjual aset-asetnya di Laut China Selatan kepada perusahaan milik pemerintah Rusia Zarubezhneft, yang mengoperasikan sebagian ladang minyak di mana sengketa sekarang ini berlangsung.

Dalam beberapa pekan sejak 7 Mei, kapal riset China, sesekali diapit oleh selusin kapal, telah bergerak melalui blok gas 04-03, yang dioperasikan Vietsovpetr, perusahaan patungan antara Zarubezhneft dan PetroVietnam, menurut data pelacak kapal yang dibagikan kepada Reuters oleh South China Sea Chronicle Initiative (SCSCI), sebuah LSM independen.

Kapal itu secara teratur melewati blok 132 dan 131 yang izin pengelolaannya diberikan Vietnam kepada Vietgazprom, perusahaan patungan antara perusahaan raksasa Rusia Gazprom dan PetroVietnam. China telah mengajukan tender untuk mendapatkan lisensi operasi d kedua blok itu.

Ketiga perusahaan itu dan kedutaan besar Rusia di Hanoi tidak segera menanggapi permintaan komentar. [uh/ab]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru