Ukraina: Rusia Berencana Simulasikan Kecelakaan di PLTN

- Pewarta

Sabtu, 27 Mei 2023 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Kementerian Pertahanan Ukraina pada Jumat (26/5) mengatakan Rusia berencana untuk mensimulasikan kecelakaan besar di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang dikendalikan pasukan pro-Moskow. Simulasi tersebut merupakan bagian dari upaya Kremlin menggagalkan serangan balasan Ukraina yang telah lama direncanakan untuk merebut kembali wilayah yang diduduki oleh Rusia.   

PLTN Zaporizhzhia, yang terletak di wilayah selatan Ukraina yang diduduki Rusia, adalah PLTN terbesar di Eropa. Wilayah tersebut sering kali menjadi sasaran penembakan kedua belah di mana mereka saling menuding sebagai pelakunya.    

Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan mengatakan pasukan Rusia akan segera membombardir pembangkit tersebut dan kemudian mengumumkan kebocoran radiasi. Hal itu akan memaksa penyelidikan oleh otoritas internasional. Pada saat itulah, semua serangan akan dihentikan.  

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan direktorat yang diunggah di Telegram itu tidak memberikan bukti apapun. Dikatakan Rusia telah mengganggu rencana rotasi kunjungan para inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IEA), yang berbasis di PLTN tersebut.  

IAEA yang berbasis di Wina, yang sering mengunggah informasi terkait PLTN tersebut, tidak menyebutkan adanya gangguan.    

Pekan lalu, sejumlah saksi mengatakan pasukan militer Rusia telah meningkatkan posisi pertahanan di dalam dan sekitar PLTN menjelang serangan balasan.  

Pada Oktober 2022, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mendesak Barat untuk memperingatkan Rusia agar tidak meledakkan bendungan yang akan membanjiri wilayah yang luas. Bendungan itu tidak dihancurkan.  

Pada Februari, Rusia mengatakan Ukraina berencana untuk melakukan insiden nuklir di wilayahnya untuk menyalahkan Moskow.  

Rusia telah berulang kali menuduh Kyiv merencanakan operasi “bendera palsu” dengan senjata non-konvensional, menggunakan bahan biologis atau radioaktif. Namun tidak ada satu pun serangan yang terwujud. [ah/ft]  
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru