FBI: Ratu Elizabeth Hadapi Ancaman Pembunuhan Saat Lawatan ke AS pada 1983

- Pewarta

Minggu, 28 Mei 2023 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Biro Investigasi federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) mengungkap potensi ancaman terhadap Ratu Elizabeth II ketika dia melakukan lawatan kenegaraan ke Amerika Serikat (AS) pada 1983. Dokumen-dokumen tersebut dirilis pada pekan ini di situs web catatan FBI.    

Ratu Elizabeth II mangkat pada September 2022 setelah bertakhta selama 70 tahun.    

Ratu bersama suaminya Pangeran Philip mengunjungi Pantai Barat, termasuk singgah di San Francisco pada Maret 1983. FBI mengatakan seorang petugas polisi San Francisco menerima panggilan telepon pada Februari 1983 dari seorang pria yang mengklaim putrinya tewas tertembak peluru karet di Irlandia Utara.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aparat kepolisian tersebut diketahui sering mengunjungi bar yang populer dengan simpatisan Tentara Republik Irlandia. Irlandia sendiri merupakan wilayah di bawah kekuasaan Kerajaan Inggris sejak abad ke-12, yang telah lama berupaya untuk memisahkan diri.    

Menurut dokumen tersebut, pria itu mengatakan dia akan “berusaha untuk menyakiti Ratu Elizabeth” dengan menjatuhkan benda dari Jembatan Golden Gate ke kapal pesiar kerajaan ratu atau mencoba membunuhnya selama kunjungan ke Taman Nasional Yosemite. Dokumen-dokumen itu mengatakan Dinas Rahasia bermaksud menutup jalur jembatan saat kapal pesiar mendekat.  

Nama petugas dan penelepon disamarkan dalam dokumen, yang tidak menunjukkan apakah tindakan pencegahan telah dilakukan di Yosemite atau apakah ada penangkapan yang dilakukan. Sebuah memo tertanggal 7 Maret 1983 menunjukkan bahwa Ratu menyelesaikan kunjungan AS “tanpa insiden” dan bahwa “tidak diperlukan penyelidikan lebih lanjut.”    

Dokumen tersebut merinci masalah keamanan lainnya yang melibatkan kunjungan ratu ke berbagai kota di AS. Saat dia menghadiri pertandingan Baltimore Orioles dengan Presiden George H.W. Bush pada Mei 1991, puluhan demonstran di taman meneriakkan slogan yang mengutuk kebijakan Inggris di Irlandia Utara. [ah/ft]  
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru