IAEA: Alat Pemantauan Hanya Kembali ke Beberapa Situs Iran

- Pewarta

Kamis, 1 Juni 2023 - 06:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Badan pengawas nuklir PBB, International Atomic Energy Agency, atau IAEA kembali memasang, namun hanya sebagian, alat pemantauan yang sebelumnya dipasang berdasar kesepakatan nuklir 2015 dengan negara-negara kuat. Iran memerintahkan alat itu dicabut tahun lalu, kata IAEA, Rabu (31/5), dalam dua laporan yang dilihat kantor berita Reuters.

Pemasangan ulang peralatan adalah sebagian dari apa yang direncanakan IAEA untuk meningkatkan pengawasannya terhadap kegiatan nuklir Iran. Maret lalu, IAEA dan Iran setuju memasang kembali peralatan itu dalam upaya mengatasi kebuntuan antara kedua pihak atas kerja sama Iran.

Kemajuan terbatas yang dirinci dalam laporan itu, memang mencakup pemasangan alat untuk memantau langsung proses pengayaan di satu-satunya jalur sentrifugal yang memperkaya uranium hingga kemurnian 60%, mendekati tingkat senjata, di Natanz dan Fordow, kata seorang diplomat senior.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada saat yang sama, stok uranium Iran yang diperkaya hingga 60% terus bertambah dan kini kira-kira cukup untuk dua bom nuklir, menurut satu dari dua laporan triwulanan rahasia itu kepada negara-negara anggota.

Iran tetap melanjutkan program pengayaannya, bahkan memperluas dan mempercepatnya secara progresif, termasuk di situs bawah tanah Fordow yang dibangun secara rahasia dan mungkin di dalam gunung untuk melindunginya dari potensi serangan udara.

Kesepakatan nuklir Iran 2015 secara ketat membatasi jenis sentrifugal yang bisa digunakan Iran dan di mana. Tingkat kemurnian dan jumlah uranium yang diperkaya yang dapat disimpan juga dibatasi. Sebagai imbalan, sanksi internasional terhadap Iran dicabut. [ka/lt]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru