Taiwan Kirim Pesawat Tempur saat China Lewati Garis Median

- Pewarta

Minggu, 11 Juni 2023 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Angkatan Udara Taiwan beraksi pada Minggu (11/6) setelah melihat 10 pesawat tempur China melintasi garis median Selat Taiwan. Hal tersebut terjadi saat Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan empat kapal perang China juga melakukan patroli tempur.

Insiden tersebut adalah kali kedua yang terjadi dalam waktu kurang dari seminggu. Sebelumnya Taiwan melaporkan aktivitas militer China, setelah 37 pesawat militer China pada Kamis terbang ke zona pertahanan udara pulau itu, beberapa di antaranya kemudian terbang ke Pasifik barat.

China, yang memandang Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, selama tiga tahun terakhir secara teratur mengerahkan Angkatan Udaranya untuk terbang ke langit dekat pulau itu, meskipun tidak memasuki  wilayah udara teritorial Taiwan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sebuah pernyataan singkat, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa pada pukul 14.00 waktu setempat pada Minggu (11/6), mendeteksi keberadaan 24 pesawat Angkatan Udara China, termasuk pesawat tempur dan pembom.

Tidak disebutkan di mana pesawat tersebut terbang. Namun kementerian mengatakan 10 di antaranya telah melintasi garis median Selat Taiwan, yang memisahkan kedua sisi dan sebelumnya berfungsi sebagai penghalang tidak resmi. China tidak mengakui itu dan secara rutin melintasinya sejak tahun lalu.

Empat kapal Angkatan Laut China juga ikut dalam “patroli kesiapan tempur bersama,” tambah kementerian itu, tanpa memberikan perincian.

Taiwan mengirim pesawat tempurnya sendiri dan mengerahkan kapal serta sistem rudal darat untuk berjaga-jaga, katanya.

China tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa Taiwan, yang bersiap untuk menggelar pemilu pada Januari, di bawah kendalinya.

Dalam pidato video Minggu (11/6) kepada para pendukung di Pulau Matsu yang dikuasai Taiwan dekat dengan pantai China, Wakil Presiden Taiwan William Lai mengatakan dia akan melakukan yang terbaik untuk “menstabilkan status quo damai di Selat Taiwan” jika dia memenangkan kursi kepresidenan.

Lai mencalonkan diri sebagai kandidat Partai Progresif Demokratik yang berkuasa. Tsai tidak dapat mencalonkan diri lagi karena terganjal batasan masa jabatan.

Tsai telah berulang kali menawarkan digelarnya dialog dengan China, tetapi ditolak karena Beijing memandang dia dan partainya sebagai separatis. [ah/ft]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru