Junta Myanmar Tingkatkan Serangan Udara terhadap Perlawanan

- Pewarta

Senin, 12 Juni 2023 - 06:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pemerintah militer Myanmar terus meningkatkan serangan udara mematikan terhadap meningkatnya perlawanan bersenjata dan sipil pada pemerintahannya, dua tahun lebih setelah merebut kekuasaan lewat kudeta. Kelompok hak asasi dan analis mengatakan sebagian besar target dan korban mereka adalah warga sipil.

“Serangan udara militer Birma telah melampaui apa pun yang pernah kita saksikan di Burma,” kata David Eubank, kepala Free Burma Rangers, sebuah kelompok bantuan Kristen yang bekerja di timur negara itu selama 30 tahun terakhir, dengan menggunakan nama Myanmar lainnya.

“Ini adalah serangan habis-habisan. Belum ada satu hari pun berlalu saat kami di sini tanpa ada pengeboman di suatu tempat,” katanya kepada LINGKARIN.COM dari negara bagian Karenni, di timur Myanmar, yang berbicara tentang perkembangan beberapa bulan terakhir.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data di seluruh negeri tentang serangan udara yang dilaporkan mendukung laporan kelompok hak asasi manusia, badan amal dan pasukan perlawanan mengenai jet militer Myanmar, helikopter dan drone yang membom, meroket dan memberondong target di seluruh Myanmar pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Lembaga Internasional untuk Studi Strategis, sebuah kelompok penelitian Inggris, telah mencatat secara rinci pertempuran di Myanmar sejak kudeta Februari 2021 yang menggulingkan pemerintah terpilih. Lembaga itu menghitung rata-rata 49 serangan udara per bulan oleh militer Myanmar dari Januari hingga April, sekitar 25% lebih banyak dari rata-rata 39 serangan bulanan tahun lalu.

Proyek Data Lokasi dan Konflik Bersenjata, atau ACLED, yang berbasis di Amerika, juga telah melacak peningkatan yang stabil dan berkelanjutan dalam serangan udara, termasuk lebih dari 150 serangan selama tiga bulan pertama tahun ini, lebih dari kuartal mana pun sejak kudeta.

Peningkatan serangan udara itu disertai dengan meningkatnya jumlah kematian, demikian menurut proyek tersebut. Jumlah146 kematian yang dicatat proyek itu, akibat serangan udara militer dari Januari hingga Maret, juga paling banyak dari setiap kuartal sejak kudeta. [my/jm]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru