
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Minggu (18/6) mengatakan bahwa pemerintahannya bermaksud melanjutkan rencana kontroversial untuk mengubah sistem peradilan negara itu. Tekad tersebut disampaikannya setelah pembicaraan untuk menemukan solusi kompromi, tampaknya runtuh.
[ad_2]














