Perang Sudan Tewaskan 12 Orang Lagi di Darfur 

- Pewarta

Senin, 26 Juni 2023 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pertempuran di Darfur, antara dua jenderal Sudan yang saling bersaing, membunuh sedikitnya 12 orang lagi, kata seorang dokter di wilayah konflik itu. 

Berbicara dari ibu kota negara bagian Darfur Selatan, dokter itu mengatakan bahwa pertempuran di sana telah menyebabkan “jumlah sementara 12 warga sipil telah tewas di Nyala.” 

Namun, ia – yang berbicara secara anonim untuk alasan keamanan – mencatat bahwa “kekerasan dalam pertempuran itu membatasi pergerakan” para korban ke rumah sakit.  

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga telah melaporkan pertempuran pada hari Sabtu (24/6), dengan penembakan dan serangan artileri meletus di Nyala.  

Darfur, wilayah di sisi barat Sudan yang luas dan berbatasan dengan Chad, menjadi medan pertempuran paling mematikan dalam perebutan kekuasaan antara Panglima Militer Abdel Fattah al-Burhan dan mantan wakilnya, Komandan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) Mohamed Hamdan Daglo.  

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengatakan, kekerasan di Darfur telah beralih kepada kekerasan etnis dan dapat digolongkan sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan.” 

Pasukan RSF pimpinan Daglo berasal dari milisi Janjaweed yang dilancarkan oleh bekas diktator Omar al-Bashir untuk menghadapi pemberontakan etnis minoritas di Darfur pada tahun 2003, yang menimbulkan tuduhan genosida, kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.   

Hampir 2.800 orang telah tewas di Sudan sejak perang dimulai di ibu kota Khartoum pada 15 April, menurut data terbaru dari Armed Conflict Location dan Event Data Project. 

Hampir dua juta orang lainnya mengungsi di dalam negeri, dan sekitar 600.000 lainnya telah melarikan diri ke luar negeri, kata Organisasi Internasional untuk Migrasi.  

PBB pada hari Sabtu mendesak “tindakan segera” untuk menghentikan pembunuhan orang-orang yang melarikan diri dari El Geneina, ibu kota negara bagian Darfur Barat, oleh milisi Arab yang dibantu oleh paramiliter.  

Sekitar 1.100 orang telah tewas di wilayah El Geneina, kata Departemen Luar Negeri AS pada pertengahan Juni. 

Mayat dibiarkan tergeletak di jalanan, termasuk beberapa di antaranya tampak tertelungkup di jalanan tanah. Toko-toko telah dirusak oleh para penjarah. [rd/rs]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB