Australia Jadi Negara Pertama yang Izinkan Pasien Depresi Diberi Obat

- Pewarta

Minggu, 2 Juli 2023 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Australia kini menjadi negara pertama yang mengizinkan psikiater meresepkan zat psikedelik tertentu kepada pasien depresi atau gangguan stres. 

Mulai Sabtu (1/7), dokter Australia dapat meresepkan dosis MDMA atau dikenal sebagai ekstasi, untuk pasien PTSD. Psilocybin, bahan psikoaktif dalam jamur psychedelic, dapat diberikan kepada orang yang mengalami depresi yang sulit diobati. Negara tersebut memasukkan kedua obat tersebut ke dalam daftar obat yang disetujui oleh badan pengawas obat-obatan Australia, Therapeutic Goods Administration.  

Para ilmuwan di Australia terkejut dengan langkah tersebut, yang diumumkan pada Februari tetapi mulai berlaku 1 Juli. Seorang ilmuwan mengatakan langkah itu menempatkan Australia “di garis depan penelitian di bidang ini.”  

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Chris Langmead, Wakil Direktur Neuromedicines Discovery Center di Monash Institute of Pharmaceutical Sciences, mengatakan hanya ada sedikit kemajuan dalam pengobatan masalah kesehatan mental yang persisten dalam 50 tahun terakhir.  

Makin berkembangnya penerimaan atas obat-obatan jenis Psikedelik mendorong dua negara bagian di Amerika Serikat (AS), Oregon dan Colorado, untuk menyetujui penggunaan obat tersebut. Negara bagian Oregon adalah negara bagian yang pertama melegalkan penggunaan psilocybin pada orang dewasa, sedangkan para pemilih di Colorado mendekriminalisasi psilocybin pada 2022.  

Beberapa hari yang lalu, adik bungsu Presiden Joe Biden mengatakan dalam sebuah wawancara radio bahwa presiden “sangat berpikiran terbuka” dalam diskusi antara mereka berdua tentang manfaat psikedelik sebagai bentuk perawatan medis.    

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA) menetapkan psilocybin sebagai “terapi terobosan” pada 2018. Status “terapi terobosan” dirancang untuk mempercepat pengembangan dan peninjauan obat untuk mengobati kondisi serius.

Peneliti psikedelik mendapat manfaat dari hibah federal, termasuk Johns Hopkins, dan FDA merilis draf panduan untuk para peneliti yang merancang uji klinis yang menguji obat psikedelik sebagai perawatan potensial untuk berbagai kondisi medis pada akhir bulan lalu.    

Namun, American Psychiatric Association belum mendukung penggunaan psikedelik dalam pengobatan, karena FDA belum memberikan keputusan akhir.    

Dan para ahli medis di AS dan di tempat lain, termasuk Australia, telah memperingatkan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian tentang kemanjuran obat dan sejauh mana risiko psikedelik, yang dapat menyebabkan halusinasi.  

Harga obat-obatan tersebut akan mahal di Australia — sekitar AUS$10.000 (sekitar $6.600) per pasien untuk sekali pengobatan. [ah/ft]  

 

 
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru