LINGKARIN.COM – Di siang bolong, masyarakat Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Madiun, Jawa Timur, dikejutkan adanya sesosok mayat mengambang di sungai, Rabu 11 Januari 2023.
Saat ditemukan, mayat berjenis kelamin perempuan itu mengenakan kain kebaya yang tak beraturan, karena desiran air sungai yang mengalir.
Saat dievakuasi petugas kebencanaan, polisi dan masyarakat setempat, tidak ditemukan identitas diri korban. Yang dikenali hanya jenis kelamin (perempuan), dan usia sekitar 60-an tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Harus Ditolak, Penerapan ERP di DKI Jakarta Membuat orang Miskin Terpinggirkan KPU Berkomitmen Selenggarakan Pemilu 2024 Gunakan Sistem Pemilu Proporsional Terbuka
Namun belakangan ada beberapa warga yang mengenal jati diri korban.
Korban bernama Wagiyem, 65 tahun, warga Desa Sukolilo, Kecamatan Jiwan, Madiun.
“Iya benar ada penemuan mayat. Jenis kelamin perempuan usia lanjut.”
Terdakwa Sebut Tak Sepakat dengan Semua Keterangan Saksi di Sidang Pemalsuan Akta Otentik Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan Soal OTT Berpotensi Untungkan Koruptor
“Tadi ada pihak yang mengenal, katanya orang Sukolilo,” jelas Kepala Desa Teguhan, Abdullah Albait, kepada jurnalis yang meminta konfirmasi.
Penemuan mayat itu juga dibenarkan petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Madiun.
“Iya sudah dievakuasi. Dan identitasnya akhirnya juga sudah diketahui,” sebut petugas Pusdalops itu.
Dukung Upaya KPK, Sahroni Nilai Operasi Tangkap Tangan Cara Tercepat Ringkus Koruptor Kenalan di Facebook, Gadis Remaja di Megamendung Dikasih Obat dan Alami Pelecehan Seksual
Adalah seorang pemotor yang tengah melintas di areal lokasi kejadian, yang pertama kali mengetahui mayat tersebut.
Saat itu situasi sepi, pemotor tersebut hanya menepikan mayat menggunakan sebatang kayu.
Kemudian tancap gas, melapor kepada pihak berwajib terdekat.
Ferry Irawan Seringkali Lakukan Kekerasan dalam Rumah Tangga Terhadap Venna Melinda Jokowi Sampaikan Pesan Ini kepada Calon Presiden yang akan Teruskan Jabatan Presiden
Petugas kepolisian Polsek Jiwan dan petugas medis Puskesmas setempat yang melakukan pemeriksaan, tidak menemukan adanya tanda kekerasan atau mencurigakan lain.
Untuk memastikannya, polisi mengirim mayat tersebut ke Rumah Sakit Umum Provinsi di Madiun, dr. Sudono, guna dilakukan pemeriksaan detil. (fin)***














