LINGKARIN.COM – Hujan deras berdurasi lama yang terjadi pada Kamis 19 Januari 2023 menyebabkan banjir di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Data dari Pusdalops BNPB menyebutkan sebanyak 25 KK terdampak, tidak ada korban jiwa dan tidak ada yang mengungsi.
Wilayah terdampak berada di Desa Tumbak Petar Kecamatan Jebus, Desa Sinar Manik, dan desa Desa Puput di Kecamatan Parit Tiga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jasad Pasien RSUD dr. Soeroto Ngawi Ditemukan Tim SAR di Muara Bengawan Solo Wilayah Bojonegoro
Gempa M6,2 Mengguncang Aceh Singkil, Getaran Dirasakan Kuat di Empat Kabupaten
Kerugian Materil sebanyak 25 unit rumah terendam. Selain itu luapan air menyebabkan genangan setinggi 50 cm.
Akibatnya akses dan aktivitas warga menjadi terganggu karena kendaraan tak bisa melintas.
Upaya Penanganan bencana banjir dilakukan oleh Tim BPBD Kabupaten Bangka Barat bersama tim gabungan ke lokasi kejadian membantu mengevakuasi warga dan barang-barang serta melakukan pendataan rumah terdampak dan kebutuhan mendesak
Gempa M6,2 Mengguncang Aceh Singkil, Getaran Dirasakan Kuat di Empat Kabupaten
Daftar Pers Daerah yang Tepat untuk Content Placement dan Publikasi Press Release Anda
BPBD Kabupaten Bangka Barat melaporkan pada Jumat 20 Januari 2023 banjir sudah berangsur surut dan kegiatan warga kembali berjalan normal.
Prakiraan cuaca Kab. Bangka Barat per 20 sampai 21 Januari 2023 Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memgindikasikan dominasi cuaca hujan sedang pada siang hari, dan berawan pada malam hari.
Mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada masyarakat dan pemerintah daerah untuk selalu waspada dan siaga.
Daftar Pers Daerah yang Tepat untuk Content Placement dan Publikasi Press Release Anda
Terkait Kabar Gempa dan Tsunami di Maluku, BMKG Beri Penjelasan Resmi Berikut Ini
Sebagai mitigasi banjir upaya yang dapat dilakukan dengan membuat fungsi sungai dan selokan dapat bekerja dengan baik.
Untuk jangka panjang, melakukan reboisasi tanaman khususnya jenis tanaman dan pepohonan yang dapat menyerap air dengan optimal.
Memperbanyak dan menyediakan lahan terbuka untuk membuat lahan hijau untuk penyerapan air.***
Terkait Kabar Gempa dan Tsunami di Maluku, BMKG Beri Penjelasan Resmi Berikut Ini
BNPB Pastikan Pembersihan Puing Rumah Terdampak Gempabumi M 5.6 Cianjur Selesai Dalam 40 Hari
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Lingkarin.com, semoga bermanfaat.












