Sri Mulyani Sebut Modal Asing Masuk ke Pasar Surat Berharga Negara Sebesar Rp48,53 T

- Pewarta

Kamis, 2 Februari 2023 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan terdapat aliran modal asing masuk bersih ke pasar surat berharga negara (SBN) sebesar Rp48,53 triliun pada 1-27 Januari 2023.

“Pasar SBN melanjutkan penguatan di awal tahun 2023 yang didorong pembelian kembali SBN oleh investor asing,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa.

Selain modal asing, ia mengungkapkan dana dari domestik pun masuk ke pasar SBN pada periode tersebut yakni dari perbankan senilai Rp121,98 triliun dan investor keuangan nonbank senilai Rp3,63 triliun, sehingga memperkuat pasar SBN.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sinergi APBN dengan Pelaku Usaha Dapat Percepat Pemulihan Ekonomi Indonesia

Investasi di Sektor Pembangunan Tak Boleh Ditunda agar Indonesia Jadi Negara Maju

Penguatan pasar SBN juga didukung oleh imbal hasil (yield) SBN seri benchmark 10 tahun yang mengalami penurunan sebesar 20 basis poin (bps) dibanding level akhir tahun 2022 (year-to-date/ytd) ke level 6,74 persen.

Meskipun kondisi pasar SBN sudah mulai kondusif, Menkeu menilai tekanan inflasi global di beberapa negara yang masih persisten tinggi perlu tetap diwaspadai yang berpotensi memicu naiknya suku bunga kebijakan bank sentral global di luar ekspektasi.

Berkat modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik terutama ke SBN sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi domestik yang tetap baik dengan stabilitas yang terjaga, nilai tukar rupiah pun menguat pada awal 2023 sebesar 3,89 persen sehingga mendukung stabilitas perekonomian.

Media Online Lingkarin.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2023

Jaringan Portal Berita Fokus Siber Media Network Mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2023

“Penguatan rupiah relatif lebih baik dibandingkan dengan apresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti Malaysia sebesar 3,83 persen (ytd), Filipina 2,3 persen (ytd), dan India 1,46 persen (ytd),” tuturnya.

Selain karena aliran modal asing masuk, kata dia, penguatan kurs rupiah juga disebabkan imbal hasil aset keuangan domestik yang tetap menarik dan ketidakpastian pasar keuangan global yang sedikit mereda.***

Berita Terkait

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup
Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci
Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil
Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas
Diplomasi Tarif RI-AS: Dari Penurunan 19 Persen ke Peluang Pasar Lebih Luas
Keluar dari Bayang-Bayang Singapura, Pemerintah Indonesia Ambil Langkah Besar Soal Importasi BBM
Lonjakan CSA Index Jadi Penanda Kuat Keyakinan Investor atas Fondasi Ekonomi RI

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:55 WIB

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:47 WIB

Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:08 WIB

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik

Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:14 WIB

CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:03 WIB

Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas

Berita Terbaru